Kopi dan Kakao di Malang Jadi Fokus Program Bappenas

Jumat, 2 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib bersama Asisten Personal Menteri PPN/Bappenas Prof. Dwija saat pertemuan penetapan pilot project pertanian. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib bersama Asisten Personal Menteri PPN/Bappenas Prof. Dwija saat pertemuan penetapan pilot project pertanian. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

MALANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Malang resmi ditetapkan sebagai daerah percontohan pengembangan sektor pertanian oleh Kementerian PPN/Bappenas. Penetapan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, dengan Asisten Personal Menteri PPN/Bappenas, Prof. Dwija, Rabu (31/12).

Kabupaten Malang dipercaya mengembangkan sejumlah komoditas strategis, yakni kopi, kakao, dan padi, yang dikolaborasikan dengan program pemberdayaan perempuan berbasis skema carbon trading. Program ini diarahkan untuk mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat desa.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Malang didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Ir. Avicenna M. Saniputra, M.T., M.H., perwakilan Perhutani Malang, Dinas Cabang Kehutanan Malang, serta anggota DPRD Kabupaten Malang. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung program nasional tersebut.

Prof. Dwija menjelaskan, Bappenas telah menetapkan enam provinsi sebagai pilot project pengembangan kakao dan kopi. Dari setiap provinsi, dipilih satu kabupaten atau kota yang dinilai memiliki potensi dan kesiapan kelembagaan.

“Untuk Provinsi Jawa Timur, lokasi yang ditetapkan adalah Kabupaten Malang,” kata Prof. Dwija. Ia menambahkan, kunjungannya merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Menteri PPN/Bappenas guna merespons usulan Pemerintah Kabupaten Malang. “Hari ini kita menyepakati program yang diharapkan memberi manfaat konkret bagi daerah,” ujarnya.

Wakil Bupati Malang menyambut penetapan tersebut dengan optimistis. Menurutnya, program ini menjadi momentum penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Harapannya, program ini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Kabupaten Malang,” ujar Lathifah.

Kabupaten Malang diketahui memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya kopi dan kakao yang tersebar di wilayah Malang Selatan, seperti Kecamatan Dampit dan Ampelgading. Penetapan sebagai pilot project diharapkan mempercepat pengembangan kawasan tersebut secara berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru