KOTA PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menghadiri Haflah Imtihan dan wisuda santri Yayasan Roudlotul Ulum, Wirogunan, Kota Pasuruan, Selasa (17/2). Di tengah prosesi kelulusan yang khidmat, ia menghadirkan suasana segar melalui sesi tebak pantun yang memicu antusiasme ratusan santri.
Kegiatan yang digelar di lingkungan Yayasan Roudlotul Ulum itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan Nawawi, para kiai, ustadz, serta wali santri. Momentum wisuda tak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi juga ruang interaksi antara tokoh publik dan komunitas pesantren.
Suasana mulai mencair saat Ning Lia sapaan akrabnya melempar pantun pembuka, “Bunga manggis buah pepaya…,” yang langsung disambut kompak para santri, “Santri-santri Roudlotul Ulum manis-manis semua!” Aula pun dipenuhi tepuk tangan dan tawa, menciptakan atmosfer hangat dan partisipatif.
Menurut Lia, metode sederhana seperti tebak pantun memiliki nilai pedagogis. Ia menilai keberanian berbicara di ruang publik perlu dilatih sejak dini, termasuk melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan.
“Anak-anak harus dibiasakan tampil, berani menjawab, dan merasa senang saat belajar. Pendidikan tidak harus selalu kaku. Suasana yang gembira justru memperkuat daya serap dan membentuk karakter,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Lia juga menyisipkan motivasi agar para santri berani bercita-cita tinggi. Ia mencontohkan kiprah Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, sebagai figur yang lahir dari lingkungan pesantren dan mampu berkontribusi di tingkat nasional.
“Santri bisa menjadi pemimpin, menteri, bahkan pengambil kebijakan. Kuncinya disiplin belajar, menjaga akhlak, dan memohon doa orang tua,” tegasnya.
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah, Lia menegaskan komitmennya mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis pesantren di Jawa Timur. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berintegritas di tengah tantangan sosial dan arus digitalisasi.
Haflah Imtihan tahun ini pun menjadi refleksi kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh nasional, dan lembaga pendidikan dalam memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan di Kota Pasuruan.
“Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang manis akhlaknya, luas ilmunya, dan besar manfaatnya bagi bangsa,” pungkasnya.
Lainnya:
- Bupati Bangkalan Sikat Titipan Siswa, PPDB 2026 Wajib Transparan
- Sidak Edukasi Anak Sidoarjo: Wabup Dorong Kampung Anti Gadget, Ini Dampaknya
- Ribuan Jamaah Padati Al Akbar, Milad ke-39 Al Muslim Jatim Soroti Krisis Generasi Muda
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








