KPK Turun ke Sidoarjo, Desa Kwangsan Selangkah Jadi Desa Anti Korupsi

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana bersama tim KPK RI saat monitoring Desa Kwangsan sebagai calon Desa Anti Korupsi tingkat nasional, Rabu (29/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana bersama tim KPK RI saat monitoring Desa Kwangsan sebagai calon Desa Anti Korupsi tingkat nasional, Rabu (29/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, selangkah lagi meraih predikat Desa Anti Korupsi tingkat nasional. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) melakukan monitoring dan verifikasi lapangan terhadap desa tersebut sebagai bagian dari tahapan penilaian nasional, Rabu (29/7/2026).

Monitoring yang dilakukan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI menjadi tahapan penting setelah Desa Kwangsan dinyatakan lolos seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh indikator Desa Anti Korupsi telah diterapkan secara nyata dalam tata kelola pemerintahan desa.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, predikat Desa Anti Korupsi tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Kegiatan monitoring dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Ketua Satuan Tugas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Andhika Widiarto, Tim Penilai Provinsi Jawa Timur yang diwakili Agung Subali, jajaran Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Inspektorat Kabupaten Sidoarjo, Dinas PMD Kabupaten Sidoarjo, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Camat Sedati, Kepala Desa Kwangsan beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan apresiasi kepada tim KPK RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah melakukan monitoring terhadap Desa Kwangsan sebagai calon Desa Anti Korupsi tingkat nasional.

Menurutnya, program yang diinisiasi KPK tersebut merupakan langkah strategis untuk menanamkan budaya antikorupsi dari level pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Program Desa Anti Korupsi bukan semata-mata sebuah kompetisi, tetapi merupakan upaya strategis KPK dalam membangun budaya antikorupsi sejak dari pemerintahan desa yang paling dekat dengan masyarakat,” ujar Mimik.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintahan desa melalui peningkatan kapasitas aparatur, pendampingan, serta penguatan sistem pengelolaan keuangan agar berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mimik berharap monitoring tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penyemangat bagi Desa Kwangsan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap Desa Kwangsan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Seluruh perangkat desa harus terus menjaga keterbukaan informasi publik, pengelolaan keuangan yang akuntabel, pelayanan publik yang prima, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan desa,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan membangun pemerintahan yang bersih memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan desa.

“Mari kita jadikan Program Desa Anti Korupsi sebagai gerakan bersama dalam membangun desa yang bersih, maju, mandiri, dan berintegritas demi mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang semakin baik,” pungkasnya.

Tim Penilai Provinsi Jawa Timur, Agung Subali, menjelaskan monitoring ini merupakan tahapan lanjutan setelah Desa Kwangsan lolos penilaian tingkat provinsi. Tim KPK RI melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh indikator Desa Anti Korupsi benar-benar diterapkan.

Menurutnya, proses monitoring dan diskusi menjadi bagian penting dalam memperkuat hasil penilaian sekaligus memastikan praktik tata kelola pemerintahan yang bersih berjalan di tingkat desa.

“Ke depan, Desa Kwangsan diharapkan mampu mewakili Provinsi Jawa Timur pada penilaian Desa Anti Korupsi tingkat nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.

Ketua Satuan Tugas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Andhika Widiarto menegaskan Program Desa Anti Korupsi bukan ajang perlombaan, melainkan instrumen untuk membangun sistem pemerintahan desa yang kuat dan tahan terhadap praktik korupsi.

Ia mengungkapkan program tersebut lahir dari keprihatinan KPK terhadap meningkatnya dana desa yang masih diikuti kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.

Menurut Andhika, penghargaan terbesar dari predikat Desa Anti Korupsi bukanlah trofi atau sertifikat, melainkan terciptanya rasa aman bagi aparatur desa dalam mengelola pemerintahan karena seluruh proses dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan.

“Hadiah yang paling besar dari Desa Anti Korupsi adalah rasa aman bagi pemerintah desa dalam mengelola keuangan karena seluruh proses dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Desa Kwangsan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang sehat melalui pengelolaan keuangan yang transparan, penerapan prinsip good governance, serta kolaborasi yang harmonis antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat.

Monitoring tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat budaya integritas hingga tingkat desa. Pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan dipercaya masyarakat.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru