LUBUK LINGGAU, RadarBangsa.co.id – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Lubuk Linggau hingga Kamis (25/6/2026) masih menjadi keluhan utama warga. Gangguan distribusi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan memunculkan desakan agar Pemerintah Kota Lubuk Linggau serta PDAM Tirta Bukit Sulap segera memberikan solusi yang jelas.
Keluhan datang dari berbagai kawasan terdampak. Warga mengaku harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan rumah tangga karena pasokan dari jaringan PDAM belum kembali normal.
Eko, warga Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuk Linggau Timur, mengatakan kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat. Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian kapan distribusi air dapat kembali berjalan normal.
“Sampai kapan kami harus mengalami kekurangan air bersih? Ini kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera mendapat perhatian,” kata Eko.
Keresahan serupa disampaikan Somad, warga Taba Koji. Ia mengaku mendatangi kantor PDAM Tirta Bukit Sulap pada Rabu (24/6/2026) untuk meminta penjelasan terkait gangguan distribusi yang terjadi di wilayahnya.
Namun, informasi yang diperoleh belum menjawab pertanyaan utama masyarakat mengenai jadwal normalisasi layanan. Kondisi tersebut membuat warga terus menunggu kepastian di tengah kebutuhan air yang tidak bisa ditunda.
“Warga membutuhkan kepastian. Sampai sekarang kami belum mengetahui kapan distribusi air bisa kembali normal, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan setiap hari,” ujar Somad.
Belum pulihnya pasokan air bersih juga memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dan PDAM. Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya direspons melalui imbauan, tetapi disertai langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menjamin ketersediaan air minum yang memenuhi standar kualitas dan kuantitas. Dalam kondisi gangguan pelayanan, pemerintah daerah juga berkewajiban menyiapkan layanan alternatif, termasuk distribusi air bersih menggunakan armada truk tangki ke wilayah terdampak.
Hingga berita ini diterbitkan, pasokan air bersih di sejumlah kawasan Kota Lubuk Linggau dilaporkan belum sepenuhnya pulih. Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi terkait penyebab gangguan, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta kepastian waktu normalisasi layanan.
“Kami hanya berharap ada kepastian dan solusi yang jelas agar kebutuhan air masyarakat bisa kembali terpenuhi,” pungkas Somad.
Penulis : Separi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar