Krisis Air Bersih Pasuruan, Gubernur Khofifah dan Bupati Rusdi Siapkan Solusi Permanen

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo meninjau distribusi air bersih di Kecamatan Lumbang, Minggu (6/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo meninjau distribusi air bersih di Kecamatan Lumbang, Minggu (6/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Krisis air bersih akibat kemarau panjang mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan memperkuat penanganan di wilayah terdampak. Hingga Minggu (6/9/2026), tercatat 24 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan.

Kabupaten Pasuruan menjadi titik kunjungan ke-24 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam penanganan kekeringan. Bersama Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo, Khofifah meninjau pendistribusian bantuan air bersih dan paket sembako bagi warga terdampak di Kecamatan Lumbang, Minggu siang.

“Ada 24 kabupaten/kota yang mengeluarkan SK darurat kekeringan karena kemarau yang panjang. Dari total wilayah tersebut, kehadiran kami di Kabupaten Pasuruan hari ini merupakan titik kunjungan yang ke-24,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi pendistribusian.

Penanganan di lapangan dilakukan dengan memperluas distribusi air bersih langsung ke titik-titik yang mengalami krisis. Pemerintah juga menyalurkan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi tersebut.

“Kami bersama seluruh tim bergerak ke setiap titik untuk berbagi air bersih sekaligus sembako. Upaya ini kami lakukan agar keterjangkauan masyarakat dalam mengakses kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah situasi sulit ini,” tambahnya.

Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah antisipatif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut akan dijalankan apabila terdapat pergerakan awan potensial yang memungkinkan dimodifikasi menjadi hujan buatan.

“Kami terus standby. Mulai tanggal 6 September ini diprediksi ada pergerakan awan potensial. Jika awan tersebut bergerak memasuki wilayah daratan, kami akan segera menggelar operasi modifikasi cuaca agar bisa memicu turunnya hujan,” jelas Khofifah.

Selain pendekatan teknis, Khofifah mengajak tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Pasuruan memperkuat ikhtiar menghadapi kekeringan melalui pelaksanaan salat Istisqa.

“Bagi daerah-daerah yang memiliki kekuatan religiusitas tinggi seperti di Pasuruan, saya memohon dan mengimbau para tokoh agama berkenan menggerakkan pelaksanaan salat Istisqa atau salat meminta hujan,” ucapnya.

Menurut Khofifah, langkah teknis melalui OMC dan ikhtiar masyarakat melalui doa bersama diharapkan dapat membantu mempercepat datangnya hujan dan mengakhiri persoalan kekeringan.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, distribusi air menggunakan armada tangki ke tandon warga masih menjadi langkah utama untuk memenuhi kebutuhan harian. Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menyebut cara tersebut bersifat sementara.

“Untuk solusi temporer, kami bantu menggunakan tandon air. Namun, kami tidak berhenti di sini; saat ini kami sedang merumuskan solusi permanen agar delapan desa yang rawan krisis ini ke depannya bebas dari masalah kekeringan tahunan,” tegas Rusdi yang akrab disapa Mas Rusdi.

Pemkab Pasuruan, kata Rusdi, telah menyampaikan rencana solusi jangka panjang tersebut kepada pemerintah provinsi. Kolaborasi dengan Pemprov Jatim diharapkan dapat mempercepat realisasi infrastruktur air bersih yang mandiri bagi desa-desa yang terdampak.

“Saya sudah matur (menyampaikan) hal ini kepada Ibu Gubernur. Insyaallah, dukungan dan bantuan dari pemerintah provinsi akan segera turun sehingga delapan desa kami mendapatkan solusi permanen dan tidak lagi mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau tiba,” pungkasnya.

Penanganan krisis air bersih di Pasuruan kini berjalan pada dua sisi, yakni pemenuhan kebutuhan warga melalui distribusi air dan upaya mencari penyelesaian jangka panjang. Pemkab Pasuruan menargetkan delapan desa rawan krisis dapat memiliki solusi permanen agar persoalan kekeringan tahunan tidak terus berulang.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru