Krisis Air Bersih Teratasi, Pemkab Pasuruan Bangun Menara Air di 6 Desa

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peninjauan pemanfaatan menara air di Dusun Kenep, Desa Kenep, Kecamatan Beji, Selasa (28/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peninjauan pemanfaatan menara air di Dusun Kenep, Desa Kenep, Kecamatan Beji, Selasa (28/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mempercepat pemerataan akses air bersih dengan membangun menara air di enam desa yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh pasokan air layak. Program yang dikerjakan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) itu ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan ratusan kepala keluarga di setiap lokasi.

Enam desa penerima program meliputi Desa Tambaksari dan Jatisari di Kecamatan Purwodadi, Desa Sibon di Kecamatan Pasrepan, Desa Klangrong dan Lorokan di Kecamatan Kejayan, serta Desa Kenep di Kecamatan Beji. Pembangunan dibiayai melalui APBD Kabupaten Pasuruan dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026.

Kepala DCKTR Kabupaten Pasuruan melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, Widya Purwanti, mengatakan sebagian besar pekerjaan telah selesai. Hingga akhir Juli 2026, pembangunan hanya menyisakan menara air di Desa Lorokan yang masih dalam tahap penyelesaian.

“Pengerjaannya sudah selesai di lima desa, tinggal pembangunan menara air di Desa Lorokan, Kecamatan Kejayan, yang masih dalam progres,” kata Widya saat meninjau pemanfaatan menara air di Dusun Kenep, Desa Kenep, Kecamatan Beji, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, proyek tersebut tidak hanya membangun menara air, tetapi juga jaringan perpipaan beserta sambungan rumah agar masyarakat dapat langsung menikmati layanan air bersih. Air dipompa dari sumur menuju menara penampungan sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga.

“Dari sumur, air kita sedot dan kita naikkan ke atas, kemudian ditampung ke dalam menara supaya bisa disalurkan ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Menurut Widya, satu menara memiliki kapasitas tampung hingga 8.000 liter atau 8 meter kubik air bersih. Kapasitas tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga dalam satu lingkungan RT atau RW.

“Paling penting, satu menara mampu menampung 8.000 liter air bersih yang dapat dimanfaatkan sekitar 200 kepala keluarga,” terangnya.

Widya menambahkan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan menara air di Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan, dan Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, serta bak penampung berkapasitas 200 meter kubik di Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang. Seluruh proyek tersebut kini memasuki tahap persiapan.

Manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Warga Dusun Kenep, Mat Kholil (53), mengaku kini tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih setelah jaringan air tersambung ke rumahnya sejak Juni lalu.

“Alhamdulillah sekarang air sudah mengalir ke rumah, jernih dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dulu kami kesulitan karena sumur mengering saat musim kemarau,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru