KSPSI 1973 Asahan Tegaskan Komitmen Bela Hak Pekerja

- Redaksi

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus KSPSI 1973 Asahan mengikuti Rakor Triwulan III yang membahas isu upah, PHK, dan PKB. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengurus KSPSI 1973 Asahan mengikuti Rakor Triwulan III yang membahas isu upah, PHK, dan PKB. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI 1973) Kabupaten Asahan menggelar rapat koordinasi (Rakor) Triwulan III Tahun 2025 di Kantor KSPSI 1973, Jalan Jendral Ahmad Yani Kisaran, Sabtu (22/11/2025). Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dinilai semakin kompleks menjelang akhir tahun.

Ketua PC FSPPP-KSPSI 1973 Asahan, Jamiadi, menyampaikan bahwa Rakor membahas kondisi aktual yang dialami Pengurus Unit Kerja (PUK) di berbagai perusahaan. Menurutnya, isu upah, pemutusan hubungan kerja (PHK), serta dinamika Perjanjian Kerja Bersama (PKB) menjadi persoalan dominan yang terus berulang.

“Masalah upah dan PHK hampir setiap tahun muncul dan sering kali menimbulkan tekanan bagi pekerja. Rakor ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan mencari solusi bersama,” ujar Jamiadi.

Sementara itu, Ketua DPC KSPSI 1973 Asahan, Budi Juliandri Nasution, menyoroti wacana perubahan mekanisme penetapan upah yang nantinya diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota dengan melibatkan dewan pengupahan. Ia menilai dinamika ini harus diantisipasi oleh serikat agar tidak merugikan pekerja.

“Mulai muncul banyak isu terkait upah, PKB, hingga PHK. DPC KSPSI 1973 Asahan tetap berkomitmen memperjuangkan hak normatif anggota. Tidak boleh ada ketidakadilan yang dibiarkan,” tegas Budi.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus dan anggota agar tetap solid dan berani menyuarakan kebenaran ketika menghadapi praktik ketenagakerjaan yang merugikan pekerja. Menurutnya, kekompakan menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan.

“Jika kalian menjadi harimau, kami pengurus akan menjadi singa. Tapi jika kalian diam, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya memberi motivasi.

Penulis : Joko

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Mesin Birokrasi Kalbar Disetel Ulang, 26 Pejabat Dilantik
Lamongan Genjot Kampanye Antikorupsi Lewat Edukasi dan Aktivitas Publik
Turba PWNU Jatim di Malang Raya Tegaskan Peran NU bagi Harmoni Daerah
Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat
Musda Dekopinda Madiun Tegaskan Penguatan Koperasi dan UMKM Lokal
Khofifah Tegaskan Tanggul Gedangan Trenggalek Selesai, 240 Ha Sawah Aman
Tanggul Gedangan Trenggalek Rampung, Khofifah Pastikan 240 Ha Sawah Terairi
Pasuruan Genjot Renovasi Sekolah, Target Selesai Akhir Desember
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:37 WIB

Lamongan Genjot Kampanye Antikorupsi Lewat Edukasi dan Aktivitas Publik

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Turba PWNU Jatim di Malang Raya Tegaskan Peran NU bagi Harmoni Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:53 WIB

Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:37 WIB

Musda Dekopinda Madiun Tegaskan Penguatan Koperasi dan UMKM Lokal

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:27 WIB

Khofifah Tegaskan Tanggul Gedangan Trenggalek Selesai, 240 Ha Sawah Aman

Berita Terbaru

Budaya

Budaya Kedu Mengemuka di Komukino Fest 2025 di Semarang

Jumat, 5 Des 2025 - 18:44 WIB