SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov bersama Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (4/4) malam. Pertemuan ini menandai penguatan hubungan bilateral antara Jawa Timur dan Uzbekistan, khususnya pada sektor budaya serta wisata religi yang dinilai memiliki keterikatan historis dan spiritual yang kuat.
Fokus utama pertemuan tersebut adalah membuka peluang kerja sama strategis yang berdampak luas bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan jalur wisata religi menuju Samarkand yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam dunia. Langkah ini dinilai berpotensi menjadi perhatian publik karena menyentuh aspek sejarah, budaya, hingga konektivitas internasional.
Khofifah menjelaskan, hubungan Jawa Timur dengan Samarkand bukan sekadar hubungan antardaerah, tetapi memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan penyebaran Islam di Nusantara. Menurutnya, kedekatan spiritual itu tercermin dari keterhubungan tokoh-tokoh ulama besar yang memiliki pengaruh besar di Jawa Timur.
“Yang hadir di sini selain Gubernur dan Wakil Gubernur, juga ada imam dari Masjid Imam Bukhari serta kalangan akademisi. Maka kami juga mengundang para alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, para ulama dan santri di Jawa Timur selama ini mempelajari hadis Shahih Imam Bukhari, sehingga peluang wisata religi ke makam Imam Bukhari di Samarkand dinilai memiliki daya tarik yang besar.
Menurut Khofifah, potensi kerja sama ini dapat menjadi gravitasi baru bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya jamaah pesantren, komunitas tarekat, dan peziarah religi. Apalagi, keterkaitan historis antara Jawa Timur dan Samarkand juga terlihat dari sosok Maulana Ishaq yang diyakini berasal dari wilayah tersebut, serta keterhubungannya dengan Sunan Giri.
“Jawa Timur dan Samarkand punya keterikatan kuat dan saling terhubung secara spiritual. Karena itu, kami juga menghadirkan sejumlah travel agent dari Jawa Timur untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Provinsi Samarkand,” jelasnya.
Secara kronologis, pertemuan ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintahan, tetapi juga pelaku industri pariwisata dan tokoh agama. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sengaja menggandeng agen perjalanan sebagai langkah konkret untuk mempercepat realisasi paket wisata religi dan budaya ke Uzbekistan.
Selain sektor wisata, isu konektivitas transportasi juga menjadi perhatian penting. Khofifah mengungkapkan adanya pembahasan mengenai peluang pembukaan penerbangan langsung atau direct flight dari Indonesia menuju Samarkand maupun Tashkent.
Menurutnya, kebijakan ini berpotensi memberi dampak besar bagi masyarakat karena akan mempermudah mobilitas wisatawan, pelaku usaha, dan pertukaran budaya kedua wilayah.
“Dengan adanya konektivitas langsung, peluang kunjungan wisata religi akan semakin terbuka, terlebih Jawa Timur memiliki banyak komunitas tarekat yang memiliki keterkaitan historis dengan Samarkand,” tegasnya.
Dari sisi dampak, kerja sama ini dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi sektor pariwisata, jasa perjalanan, dan industri pendukung lainnya di Jawa Timur. Di tengah dinamika geopolitik global, pembukaan jalur penerbangan langsung juga bisa menjadi kebijakan strategis yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pintu wisata religi internasional.
Sementara itu, Gubernur Samarkand Adiz Boboev menyambut positif penguatan hubungan bilateral tersebut. Ia berharap kunjungannya menjadi awal kerja sama yang lebih luas, tidak hanya di bidang budaya dan wisata, tetapi juga ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mempunyai tujuan untuk mengembangkan hubungan ekonomi, turisme, dan kesejahteraan bersama dengan Provinsi Jawa Timur. Kami berharap untuk kesuksesan bagi Jawa Timur dan terima kasih atas penerimaan delegasi kami,” ujarnya.
Menutup pertemuan, Khofifah menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret agar kerja sama ini segera memberikan manfaat nyata. Sementara Boboev secara khusus mengungkapkan alasan dirinya lebih dahulu datang ke Jawa Timur sebelum ke Jakarta karena ingin berziarah ke makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim.
“Saya sendiri memutuskan hadir ke Jawa Timur terlebih dahulu sebelum ke Jakarta, karena ingin berziarah ke makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar