BOJONEGORO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi Baitul Maal Wa Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Ngasem di Bojonegoro pada Selasa, 4 Maret. Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi berbagai layanan usaha yang tersedia di gedung lima lantai milik BMT NU Ngasem.
BMT NU Ngasem yang berlokasi di Jalan Raya Ngasem – Kalitidu, Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, memiliki beragam fasilitas bagi masyarakat umum. Lantai pertama digunakan sebagai gudang, area parkir, dan gym. Lantai dua menyediakan pusat informasi, swalayan, rumah cantik, barbershop, food court, pijat refleksi, dan kantor manajemen. Lantai tiga memiliki ruang rapat serta perpustakaan digital. Sedangkan di lantai empat terdapat ballroom, guest house hotel syariah, dan food court. Lantai paling atas, yakni lantai lima, dilengkapi dengan kolam renang dan area bermain anak.
Gubernur Khofifah menilai bahwa gedung BMT NU Ngasem merupakan contoh nyata bagaimana koperasi dapat berkembang menjadi pusat bisnis yang inovatif dan bisa menjadi inspirasi bagi koperasi lain.
“Saya rasa item-item yang bisa dilakukan terutama jasa dan perdagangan yang ada di BMT NU Ngasem ini sangat luar biasa. Oleh karena itu, ini akan menjadi referensi bagi pelaku-pelaku koperasi lain, bahwa koperasi bisa seperti ini,” ujar Khofifah.
BMT NU sendiri merupakan lembaga keuangan mikro syariah berbasis prinsip Islam yang berdiri sejak pertengahan 2012 dengan modal awal sebesar 67 juta rupiah. Kini, asetnya terus berkembang pesat hingga mencapai lebih dari 300 miliar rupiah pada tahun 2024, tanpa bantuan perbankan. Saat ini, BMT NU Ngasem telah memiliki 31 cabang di berbagai daerah, seperti Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Ngawi, dengan lebih dari 170 pengelola operasional harian.
Khofifah juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terbuka untuk bersinergi dengan berbagai koperasi, termasuk BMT NU Ngasem, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah.
“Kalau koperasi ada proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan badan hukum, apa yang mungkin bisa disinergikan, kita sinergikan,” tegasnya.
Salah satu konsumen swalayan BMT NU Ngasem, Suparti (65), mengaku senang dan terbantu dengan keberadaan BMT NU ini. Menurutnya, swalayan tersebut menyediakan kebutuhan yang lengkap dengan harga lebih terjangkau.
“Alhamdulillah di sini lebih murah. Saya beruntung sekali ada tempat ini, belanja lebih enak, nyaman, dan dekat dari rumah. Saya juga penjual makanan, jadi kalau butuh sesuatu bisa cepat ke sini,” ungkapnya.
Dengan model bisnis yang inovatif dan berbasis koperasi syariah, BMT NU Ngasem diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi koperasi lain di Indonesia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar