SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, melakukan kunjungan ke Wisata Sumber Air Panas Wong Pulungan di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/4/2026). Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam menggali referensi penguatan ekonomi desa berbasis BUMDes.
Agenda tersebut menyoroti potensi pengelolaan wisata desa sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang dinilai mampu berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Nasih mengaku baru pertama kali melihat langsung destinasi wisata yang sebelumnya hanya dikenal melalui media sosial. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar dengan akses yang relatif mudah dijangkau.
Diskusi berlangsung di Pendopo Arcopodo bersama pemerintah desa dan pengelola BUMDes. Pembahasan mencakup sejarah berdirinya wisata, strategi pengembangan, sistem manajemen, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan.
Nasih juga meninjau langsung sejumlah titik, mulai dari kolam pemandian air panas, kawasan cagar budaya, hingga sumber mata air utama yang menjadi daya tarik wisatawan.
“Selama ini hanya lihat dari medsos. Setelah datang langsung, potensinya sangat besar dan aksesnya cukup mudah,” ujar Nasih.
Ia menambahkan, keberhasilan Desa Kepulungan menjadi contoh konkret pengelolaan potensi lokal berbasis BUMDes.
“Apa yang dilakukan desa ini membuktikan potensi lokal bisa jadi sumber ekonomi menjanjikan jika dikelola serius,” tegasnya.
Pengembangan BUMDes berbasis wisata dinilai menjadi solusi alternatif dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Model ini dinilai relevan diterapkan di Sidoarjo dengan menyesuaikan karakter dan potensi masing-masing wilayah.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah desa dan pengelola dinilai menjadi kunci keberhasilan pengembangan destinasi.
Di akhir kunjungan, Nasih menegaskan pentingnya inovasi dan konsistensi dalam pengelolaan BUMDes. “Setiap desa punya keunggulan. Tinggal bagaimana dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar