Lamongan Ekspor Gila-Gilaan, Bupati Yes Lepas 5 Kontainer Produk UMKM hingga Industri ke Pasar Dunia

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melepas kontainer ekspor produk UMKM dan industri pada Lamongan EXPOrtiva 2026. Rabu, 10 Juni 2026   (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melepas kontainer ekspor produk UMKM dan industri pada Lamongan EXPOrtiva 2026. Rabu, 10 Juni 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan agresivitasnya dalam memperkuat sektor ekspor daerah. Melalui gelaran Lamongan EXPOrtiva 2026 (Batch 3), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi secara resmi melepas lima kontainer produk unggulan untuk dikirim ke berbagai negara, Rabu (10/6/2026) dari GOR Lamongan.

Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar produk lokal, sekaligus menyosialisasikan 15 Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Lamongan.

Kelima kontainer tersebut berisi produk olahan ikan dari PT Bumi Menara Internusa, alas kaki produksi PT Buildyet Indonesia dan PT Shoetown Mustika Indonesia, furnitur PT Quality Works, serta produk UMKM unggulan seperti Tenun Ikat Paradila, Koko Nono, Tikar Ansa, dan Kirana Food.

Produk-produk tersebut akan dikirim ke sejumlah kawasan internasional, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Asia, hingga Amerika Latin dan Asia Pasifik. Sementara produk UMKM difokuskan ke pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Dubai, hingga Somalia.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa peningkatan ekspor menjadi indikator kuat tumbuhnya ekonomi daerah yang semakin kompetitif di tingkat global.

“Ini membuktikan bahwa kegiatan ekonomi di Kabupaten Lamongan menunjukkan dinamika yang cukup baik. Nilai ekspor kita dari tahun ke tahun terus meningkat dan ini menunjukkan banyak potensi yang bisa kita optimalkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Menurutnya, keberhasilan ekspor tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat daya saing industri lokal, termasuk UMKM yang kini mulai masuk pasar internasional.

Dukungan terhadap program ekspor tersebut juga datang dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik. Kepala Bea Cukai Gresik Asep Munandar menyebut Lamongan EXPOrtiva sebagai ruang strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Ia menyoroti kontribusi perusahaan-perusahaan yang mendapat fasilitas kawasan berikat seperti PT Bumi Menara Internusa, PT Buildyet Indonesia, PT Shoetown Mustika Indonesia, dan PT Citi Plumb.

“Hingga Mei 2026, perusahaan tersebut telah menyerap 12.017 tenaga kerja Indonesia dan menghasilkan devisa ekspor lebih dari Rp965 miliar,” ungkap Asep.

Menurutnya, capaian tersebut memberikan efek ganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan aktivitas industri, penyerapan tenaga kerja, hingga kontribusi terhadap devisa negara.

“Ini memberikan multiplier effect yang nyata bagi ekonomi daerah dan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan Anang Taufik menjelaskan bahwa Lamongan EXPOrtiva 2026 diikuti oleh 22 tenant yang menampilkan program prioritas daerah, industri unggulan, hingga layanan dari lembaga eksternal seperti Export Center Surabaya dan Bea Cukai Gresik.

Selain itu, turut hadir 60 tenant UMKM dan jasa yang menampilkan berbagai produk lokal unggulan Lamongan.

“Harapannya kegiatan ini mampu memfasilitasi pelaku industri dan UMKM agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Anang.

Pemerintah Kabupaten Lamongan menilai penguatan ekspor menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat. Sinergi antara pemerintah, industri, dan UMKM diharapkan terus diperkuat agar produk Lamongan semakin dikenal di pasar dunia.

Dengan capaian ekspor yang terus meningkat dan keterlibatan ribuan tenaga kerja, Lamongan kini mulai dipandang sebagai salah satu daerah potensial dalam pengembangan industri berbasis ekspor di Jawa Timur.

“Kita ingin produk Lamongan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi bagian dari rantai perdagangan global,” pungkas Bupati Yes.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Berita Terbaru