Lesehan Ayam Goreng Pak Sholeh Bertahan 30 Tahun, Jadi Ikon Kuliner Pasuruan

Senin, 23 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Lesehan Ayam Goreng Pak Sholeh di Pandaan, Minggu (22/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana Lesehan Ayam Goreng Pak Sholeh di Pandaan, Minggu (22/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kecamatan Pandaan dan Lesehan Ayam Goreng Pak Sholeh menjadi saksi eksistensi kuliner legendaris yang bertahan hampir tiga dekade. Warung makan di Jalan Ahmad Yani, Desa Tunggul Wulung itu tetap berdiri di tengah gempuran rumah makan modern dan kafe kekinian.

Didirikan pada 1996, Lesehan Ayam Goreng Pak Sholeh pernah menjadi primadona kuliner di Kabupaten Pasuruan pada era 1996–2000-an. Tak hanya dikenal warga lokal, pelanggan datang dari berbagai daerah di luar provinsi. Saat itu, konsep lesehan yang diusung disebut-sebut menjadi pelopor tren warung makan lesehan di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.

Agung Fathur Rohman, penerus usaha keluarga tersebut, mengakui dinamika usaha kuliner terus berubah. Pandemi Covid-19 serta menjamurnya restoran modern sempat memengaruhi jumlah pengunjung.

“Memang tidak seramai 27 tahun lalu. Tapi alhamdulillah, sampai sekarang masih banyak pelanggan setia yang datang bersama keluarga,” ujar Agung saat ditemui, Minggu (22/2/2026).

Menu andalan ayam goreng madu menjadi identitas utama. Selain itu, tersedia pilihan ikan segar seperti gurami, mujaer, nila, hingga udang. Menu bebek goreng serta sayuran seperti terong dan cah kangkung turut melengkapi sajian. Minuman tradisional seperti beras kencur dan es kelapa muda juga tetap dipertahankan.

Menurut Agung, konsistensi rasa dan kualitas bahan menjadi kunci bertahan. Pihaknya memastikan bahan makanan terjamin kebersihan dan kehalalannya, serta dikelola tenaga berpengalaman di bidang katering dan kuliner.

Dari sisi dampak ekonomi lokal, usaha ini turut menyerap tenaga kerja serta menggerakkan sektor bahan baku pangan setempat. Pelanggan datang dari Kota Pasuruan, Malang, Mojokerto, Sidoarjo hingga Surabaya.

“Banyak yang datang karena ada sejarah keluarga. Orang tua dulu makan di sini, sekarang anak-anaknya ikut datang. Itu yang membuat kami terus bertahan,” tegas Agung.

Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif, Lesehan Ayam Goreng Pak Sholeh membuktikan bahwa cita rasa dan kepercayaan pelanggan tetap menjadi fondasi utama keberlanjutan usaha.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru