Lewati Rata-Rata Nasional, Banyuwangi Sabet Penghargaan dari Kemendagri

Rabu, 3 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerima penghargaan tata kelola pemerintahan terbaik yang diserahkan Mendagri Tito Karnavian kepada Bupati Ipuk Fiestiandani di Jakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerima penghargaan tata kelola pemerintahan terbaik yang diserahkan Mendagri Tito Karnavian kepada Bupati Ipuk Fiestiandani di Jakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kementerian Dalam Negeri menetapkan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik tingkat nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam sebuah agenda resmi di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Penilaian ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah pusat untuk melihat sejauh mana daerah mampu memberikan layanan publik yang efektif, bersih, dan berorientasi hasil. Tito menegaskan, penghargaan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan dorongan agar kepala daerah terus menjaga integritas dan kinerja.
“Ini untuk memacu seluruh daerah menunjukkan kinerja terbaik demi masyarakat. Pemerintahan yang baik adalah bagian dari ibadah dan amanah,” ujar Tito.

Banyuwangi menempati urutan teratas kategori kabupaten dengan skor 82,92. Nilai tersebut jauh melampaui nilai terendah 23,24 serta berada di atas rata-rata nasional 65,15. Seluruh kabupaten, baik berstatus fiskal rendah, sedang, maupun tinggi, ikut dalam penilaian tersebut.

Menurut perwakilan dewan juri, GM Pusat Data Tempo Khairul Anam, terdapat empat parameter utama yang menjadi dasar penilaian: Indeks Inovasi Daerah (IID), Indeks Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (IPSPM), Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KPPD), serta Monitoring Center for Prevention (MCP).
“Data dihimpun dari lima indeks Kemendagri serta empat indeks lain dari BPS dan Kementerian Kesehatan. Hasilnya menunjukkan Banyuwangi konsisten membangun pemerintahan yang inovatif, akuntabel, dan responsif,” paparnya.

Bupati Ipuk menilai capaian ini sebagai hasil konsolidasi seluruh elemen birokrasi Banyuwangi. Ia menekankan, sinergi berkelanjutan menjadi kunci peningkatan kualitas layanan publik.
“Alhamdulillah, Banyuwangi jadi satu-satunya kabupaten yang mendapatkan penghargaan ini. Ini kerja kolektif semua pihak,” ucapnya.

Ipuk menjelaskan, pihaknya menerapkan rapat mingguan bersama OPD dan camat untuk mengurai persoalan lintas sektor. Setiap isu dibagi berdasarkan tanggung jawab perangkat, sehingga hambatan dapat dipangkas.
“Ego sektoral kita kikis. Semua masalah harus diselesaikan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, program Banyuwangi Melayani juga memperkuat transparansi. Pemberian kontak penanggung jawab OPD ke publik membuka jalur laporan langsung tanpa perantara.
“Cara ini memutus peluang adanya makelar atau pungli,” tegas Ipuk.

Pemkab Banyuwangi berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu untuk menjaga ritme kerja aparat birokrasi. “Ini penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan warga,” tutup Ipuk.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru