Lia Istifhama Minta SPPG Perketat Kualitas Makanan Sebelum Distribusi ke Sekolah

Rabu, 13 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa sekolah dasar dan menengah pertama di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut pada Senin (11/5/2026).

Menanggapi kejadian itu, Anggota DPD RI Lia Istifhama meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan siswa sekaligus upaya menjaga kepercayaan publik terhadap program nasional pemenuhan gizi bagi pelajar.

Mengapa MBG Perlu Pengawasan Lebih Ketat?

Lia menilai, prosedur pemeriksaan di tingkat sekolah sejauh ini sebenarnya telah berjalan sesuai standar. Guru dan pihak sekolah disebut sudah melakukan pengecekan awal, mulai dari aroma, tekstur, hingga tampilan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Namun, menurutnya, kasus dugaan keracunan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan visual dan penciuman saja belum cukup untuk menjamin keamanan makanan.

Perlu Cek Ekstra pada Kandungan dan Kualitas Bahan

Lia menegaskan perlunya pemeriksaan tambahan pada bahan makanan, proses pengolahan, hingga kondisi makanan saat siap konsumsi.

“Kalau SOP sudah dijalankan dan tidak ditemukan hal yang mencurigakan, berarti memang harus ada pemeriksaan ekstra dari substansi bahan makanan yang sudah siap dikonsumsi. Karena ternyata dari bau dan tampilan tidak ada masalah, tetapi masih muncul dugaan keracunan. Artinya ada hal yang perlu dicek lebih dalam sebelum distribusi,” ujar Lia, pada Selasa (12/5).

Menurutnya, pengawasan tidak boleh berhenti pada tahap akhir pengemasan, tetapi juga harus dimulai sejak pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga pengiriman ke sekolah.

Kombinasi Menu Juga Perlu Dikaji

Selain kualitas bahan, Lia juga menyoroti kemungkinan adanya reaksi tertentu akibat kombinasi menu yang dikonsumsi siswa.

Ia menilai, komposisi makanan perlu dianalisis lebih mendalam agar tidak memicu gangguan kesehatan tertentu pada anak-anak.

Analisis Nutrisi dan Reaksi Tubuh Harus Jadi Perhatian

“Kadang ada makanan yang ketika dikombinasikan dengan menu tertentu bisa menimbulkan proses tertentu dalam tubuh. Ini juga perlu pendalaman, apakah ada faktor kombinasi bahan atau kondisi lain yang memengaruhi,” kata Lia.

Pernyataan tersebut membuka ruang evaluasi lebih luas, tidak hanya pada aspek kebersihan makanan, tetapi juga keseimbangan nutrisi dan kompatibilitas bahan pangan dalam satu paket MBG.

Keselamatan Siswa Harus Jadi Prioritas Utama

Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi pengingat penting bahwa program pemenuhan gizi nasional harus dibarengi sistem pengawasan pangan yang ketat dan berlapis.

Lia berharap evaluasi ini dapat menghasilkan perbaikan konkret agar program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan kesehatan peserta didik.

“Program ini sangat baik untuk masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, kualitas dan keamanan makanan harus benar-benar dijaga secara maksimal,” tutup Lia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober
Menaker Paparkan Regulasi Baru untuk Perkuat Pelindungan Pekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ibu LDII Lindungi Anak di Ruang Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:23

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08

Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026

Berita Terbaru