Longsor Terjang Tosari Pasuruan, Tiga Rumah Rusak dan Satu Warga Luka

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD Kabupaten Pasuruan meninjau lokasi rumah warga yang rusak akibat longsor di Dusun Purwono, Desa Baledono, Kecamatan Tosari, Rabu (5/11/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas BPBD Kabupaten Pasuruan meninjau lokasi rumah warga yang rusak akibat longsor di Dusun Purwono, Desa Baledono, Kecamatan Tosari, Rabu (5/11/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sejak Selasa (4/11/2025) malam berujung bencana. Rabu dini hari, tanah longsor melanda Dusun Purwono, Desa Baledono, menyebabkan tiga rumah rusak dan satu warga luka. Warga yang masih terlelap sempat panik karena suara gemuruh tanah bercampur batu menghantam rumah mereka di tengah kegelapan malam.

Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, saat sebagian besar warga masih tertidur. Material tanah dari tebing setinggi hampir lima meter ambruk setelah tidak mampu menahan derasnya curah hujan yang mengguyur sejak sore sebelumnya. Dalam sekejap, lumpur dan batu besar menimpa bagian belakang tiga rumah milik warga, masing-masing atas nama Marina, Agus, dan Suaji.

Kerusakan paling parah dialami rumah Agus. Dinding bagian belakang rumahnya jebol diterjang material longsor hingga merobohkan sebagian atap dapur. Sementara rumah Suaji dan Marina mengalami retakan besar di kamar mandi dan dapur. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma bagi para penghuni rumah.

“Suara gemuruhnya keras sekali, seperti ada truk terguling. Kami langsung keluar rumah, ternyata bagian belakang sudah tertutup tanah,” kata Toni, salah satu warga yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi longsor. Ia menambahkan, kondisi tanah di kawasan itu memang rawan karena berada di lereng curam dengan struktur tanah gembur.

Seorang nenek berusia lanjut, anggota keluarga Agus, menjadi satu-satunya korban luka dalam kejadian ini. Ia tertimpa reruntuhan dinding saat sedang tidur di kamar bagian belakang. Beruntung, warga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Tosari untuk mendapat perawatan.

“Lukanya tidak parah, hanya lecet di bagian bahu dan kaki,” ujar Toni.

Pagi harinya, warga setempat langsung bergotong royong membersihkan sisa material longsor. Jalur setapak di belakang rumah yang sempat tertutup lumpur berhasil dibuka kembali setelah dibersihkan bersama aparat desa dan relawan. Sejumlah barang berharga milik korban dipindahkan ke rumah tetangga untuk menghindari longsor susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan pihaknya telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi sejak pagi. Petugas melakukan pendataan kerusakan, memetakan kondisi tanah, serta menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi pergeseran tanah lanjutan.
“Kami masih memantau situasi karena curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Sugeng juga mengingatkan warga Tosari untuk lebih waspada, terutama yang tinggal di sekitar lereng atau perbukitan dengan kemiringan ekstrem. Ia meminta masyarakat segera melapor kepada perangkat desa atau BPBD jika melihat tanda-tanda tanah retak, pohon miring, atau aliran air keruh di sekitar tebing.

“Langkah cepat bisa menyelamatkan nyawa. Jangan menunggu longsor berikutnya terjadi,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, BPBD berencana membangun bronjong sementara di titik rawan longsor serta menyiapkan posko tanggap darurat di Balai Desa Baledono. Pemerintah daerah juga tengah mengkaji kemungkinan relokasi bagi tiga keluarga terdampak yang rumahnya dinilai tidak aman untuk ditempati kembali.

Musim hujan yang mulai intens di wilayah pegunungan Pasuruan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dengan kontur tanah labil dan curah hujan tinggi, Tosari dan sekitarnya termasuk dalam zona merah rawan longsor. Sugeng berharap masyarakat terus menjaga kewaspadaan, karena bencana bisa datang tanpa peringatan.

“Yang terpenting sekarang adalah keselamatan warga. Harta bisa diganti, tapi nyawa tidak,” tutupnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ratusan Warga Kepung Jalan Rusak, Bupati Asahan Turun Tangan Desak Perbaikan Jalur Vital Ekonomi
Prabowo Kunci Polri Tetap di Bawah Presiden, IPW: Benteng Independensi Penegakan Hukum
Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut
230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional
Pemkab Jember Rekrut 31 Petugas Survei PBB, Ribuan Data Pajak Bermasalah Mulai Diburu
Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:45 WIB

Ratusan Warga Kepung Jalan Rusak, Bupati Asahan Turun Tangan Desak Perbaikan Jalur Vital Ekonomi

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:39 WIB

Prabowo Kunci Polri Tetap di Bawah Presiden, IPW: Benteng Independensi Penegakan Hukum

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:41 WIB

Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:13 WIB

230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:43 WIB

Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran

Berita Terbaru