Manajemen Talenta Diapresiasi BKN, Pemkot Semarang Perkuat Reformasi Birokrasi

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menerima Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Kepala BKN RI Zudan Arif Fakhrulloh di Semarang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menerima Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Kepala BKN RI Zudan Arif Fakhrulloh di Semarang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Semarang memperoleh Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia. Penghargaan ini menegaskan komitmen Pemkot Semarang dalam membangun tata kelola aparatur sipil negara (ASN) berbasis kompetensi dan kinerja, bukan semata administrasi.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakhrulloh, kepada Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam agenda Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta bagi Pejabat Pembina Kepegawaian se-Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (8/1). Acara itu turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Keikutsertaan Pemkot Semarang dalam komitmen tersebut dipandang sebagai langkah strategis memperkuat reformasi birokrasi daerah. Melalui manajemen talenta, pengelolaan ASN diarahkan pada pemetaan potensi, pengembangan kompetensi, serta kesinambungan kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan kota. Menurutnya, kebijakan yang baik membutuhkan aparatur yang tepat dalam menjalankan peran dan tanggung jawab.

“Kota yang terus berkembang membutuhkan birokrasi yang unggul. Manajemen talenta menjadi instrumen untuk memastikan setiap aparatur ditempatkan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi, bukan sekadar jabatan struktural,” ujar Agustina usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, penghargaan dari BKN bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk memperbaiki tata kelola kepegawaian secara berkelanjutan. Pemkot Semarang, kata dia, masih memiliki ruang untuk memperkuat sistem pengembangan karier ASN agar lebih adil dan transparan.

“Penghargaan ini kami syukuri, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa pembenahan harus terus berjalan. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Agustina menjelaskan, penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari transformasi birokrasi menuju sistem merit yang objektif. Dalam skema ini, promosi dan pengembangan karier ASN didasarkan pada rekam jejak kinerja, kompetensi, serta kesiapan kepemimpinan.

“Kami ingin memastikan setiap aparatur berada di posisi yang tepat, mengerjakan tugas yang sesuai, dan menghasilkan dampak nyata bagi warga Kota Semarang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa reformasi SDM aparatur berimplikasi langsung pada kualitas pelayanan publik. Birokrasi yang dikelola dengan prinsip manajemen talenta dinilai mampu menghasilkan kebijakan yang lebih presisi dan pelayanan yang responsif.

“Ketika aparatur bekerja sesuai kapasitasnya, pelayanan publik menjadi lebih cepat dan tepat. Dari situ kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tumbuh,” kata Agustina.

Pemkot Semarang menyatakan akan terus menyelaraskan penerapan manajemen talenta dengan kebijakan nasional dan arah pembangunan Jawa Tengah. Ke depan, sistem ini diharapkan melahirkan kader-kader birokrasi yang berintegritas, adaptif terhadap perubahan, dan berdaya saing.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Semarang berencana memperkuat integrasi manajemen talenta ke dalam budaya kerja ASN, sehingga reformasi birokrasi tidak berhenti pada regulasi, tetapi berdampak nyata bagi peningkatan layanan publik.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru