MANTRA116 2026 Sedot 4.015 Pelari dari 21 Negara, Khofifah Perkuat Sport Tourism Jatim

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ribuan peserta International Trail Running MANTRA116 2026 di Kaliandra Eco Resort, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ribuan peserta International Trail Running MANTRA116 2026 di Kaliandra Eco Resort, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN,RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ribuan peserta International Trail Running MANTRA116 2026 di Kaliandra Eco Resort, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7/2026). Pelepasan ini menjadi penanda akhir rangkaian ajang lari lintas alam bertaraf internasional yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pegunungan Arjuno-Welirang.

Pada hari terakhir penyelenggaraan, sekitar 1.750 pelari mengikuti kategori 17 kilometer dan 10 kilometer. Secara keseluruhan, MANTRA116 2026 diikuti 4.015 peserta dari 21 negara dan 29 provinsi, menjadikan ajang ini salah satu lomba lari gunung paling menonjol di Indonesia sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur dalam peta sport tourism internasional.

Ajang yang telah memasuki penyelenggaraan ke-10 itu terus berkembang dari tahun ke tahun. MANTRA116 juga telah memperoleh pengakuan dari International Trail Running Association (ITRA) dan UTMB Index, yang membuatnya menjadi salah satu event yang dinantikan komunitas trail running dari dalam dan luar negeri.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan, mulai dari komunitas Mantra atau Malang Trail Run, relawan, aparat keamanan, tenaga medis, hingga semua unsur yang memastikan event berjalan aman dan tertib. Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal promosi potensi alam Jawa Timur.

“Bagaimana menikmati Indonesia dengan keindahan alam dan mudah-mudahan menjadi sport tourism yang akan menjadi energi positif bagi kita semua,” ungkap Khofifah.

Ia menilai kawasan Pegunungan Arjuno-Welirang memiliki daya tarik besar sebagai destinasi wisata alam dan olahraga petualangan. Bentang alam, ekosistem hutan, serta jalur pegunungan yang menantang menjadi kombinasi yang membuat peserta datang kembali, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan wisata berbasis alam.

Khofifah juga menyinggung posisi kawasan tersebut sebagai bagian dari Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno yang telah ditetapkan UNESCO. Ia berharap jalur Arjuno-Welirang dapat semakin dikenal wisatawan mancanegara dan tumbuh sebagai destinasi unggulan yang memperkuat citra Jawa Timur di mata dunia.

“Hari ini kita bersama-sama explore keindahan Lereng Arjuno, Lereng Welirang dan Tahura Raden Suryo yang merupakan bagian dari Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Diharapkan, pendakian Arjuno-Welirang dapat menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara, semakin mengukuhkan posisinya sebagai permata tersembunyi di Indonesia. Makin inovatif dan kreatif jadi kita harapkan start happy, finish happy,” katanya.

Penyelenggaraan MANTRA116 2026 juga membawa dampak ekonomi yang terasa di sekitar lokasi kegiatan. Ribuan peserta dan pendamping menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, jasa wisata, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Selain sisi ekonomi, Khofifah menegaskan bahwa event ini juga membawa pesan pelestarian lingkungan. Menurutnya, olahraga yang memanfaatkan kawasan alam harus berjalan seiring dengan upaya menjaga hutan dan ekosistem pegunungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“MANTRA berkomitmen terus berkontribusi bagi dunia trail running, sport tourism, dan ekonomi sirkular di Jawa Timur maupun Indonesia,” tegasnya.

Dari sisi peserta, antusiasme juga terlihat jelas. Melinda, peserta kategori 10 kilometer asal Ponorogo, mengaku telah mempersiapkan diri jauh hari untuk mengikuti MANTRA116 edisi ke-10. Ia menyebut jalur lintasan dan panorama Pegunungan Arjuno-Welirang menjadi daya tarik utama yang membedakan ajang ini dari lomba lari lainnya.

“Event yang sangat saya tunggu-tunggu. Jalurnya menantang, pemandangannya luar biasa, dan atmosfernya sangat berbeda dibandingkan lomba lari lainnya,” ungkapnya.

MANTRA116 2026 sendiri mempertandingkan enam kategori, yakni 116 kilometer, 68 kilometer, 38 kilometer, 34 kilometer, 17 kilometer, dan 10 kilometer. Seluruh lintasan melintasi kawasan Tahura Raden Soerjo dengan panorama Pegunungan Arjuno-Welirang yang menjadi magnet utama bagi peserta dari Indonesia maupun mancanegara.

Dengan kehadiran ribuan pelari dari 21 negara, ajang ini kembali menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki modal kuat untuk bersaing sebagai tujuan sport tourism kelas dunia. Khofifah berharap MANTRA116 terus berkembang sebagai ikon olahraga petualangan yang profesional, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. “Sebelum akhirnya menutup sambutannya dengan harapan agar event ini terus memberi dampak luas bagi daerah, “pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru