PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Penurunan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Kondisi itu mendorong Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo meminta seluruh organisasi perangkat daerah memaksimalkan pemanfaatan anggaran melalui program yang lebih efektif, tepat sasaran, dan inovatif.
Arahan tersebut disampaikan Mas Rusdi saat memimpin Rapat Evaluasi Pengelolaan DBHCHT Triwulan I Tahun 2026 di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti. Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian program sekaligus menyusun langkah percepatan penyerapan anggaran pada sisa tahun berjalan.
Menurut Mas Rusdi, perubahan regulasi melalui Peraturan Menteri Keuangan memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan penggunaan DBHCHT sesuai kebutuhan daerah. Namun, penyusunan program tetap harus sejalan dengan Asta Cita Presiden dan program strategis nasional.
Di tengah fleksibilitas tersebut, Pemkab Pasuruan dihadapkan pada tantangan berkurangnya alokasi DBHCHT secara nasional. Penurunan itu berdampak langsung terhadap besaran dana yang diterima pemerintah daerah.
“Tahun 2025 alokasi nasional mencapai Rp3,5 triliun, sedangkan untuk tahun 2026 turun menjadi Rp1,7 triliun. Otomatis penurunan ini berdampak pada pembagian di masing-masing daerah, tidak hanya di Kabupaten Pasuruan saja,” kata Mas Rusdi.
Dengan anggaran yang lebih terbatas, ia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Menurutnya, setiap kegiatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sehingga penggunaan DBHCHT tetap mampu menjawab kebutuhan publik.
Mas Rusdi juga menyoroti rendahnya realisasi anggaran pada triwulan pertama. Berdasarkan laporan yang diterimanya, penyerapan anggaran oleh 11 dinas pengampu baru mencapai sekitar 25 persen meski telah memasuki bulan kelima tahun anggaran.
“Sangat penting bagi kita agar program terus berjalan dan berdampak. Ayo, kekurangan yang ada segera diperbaiki karena sekarang sudah masuk bulan kelima. Berdasarkan laporan, penyerapan kita masih minim, kegiatannya baru mencapai 25 persen,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Mas Rusdi turut menyoroti perkembangan budidaya tembakau di Kecamatan Nguling. Menurutnya, semakin banyak petani mulai mengembangkan komoditas tersebut sehingga perlu mendapat perhatian melalui program yang didanai DBHCHT.
Ia meminta Dinas Pertanian segera memetakan kebutuhan para petani agar dukungan pemerintah dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan. Langkah itu dinilai sejalan dengan ketentuan pemanfaatan DBHCHT yang memprioritaskan penguatan sektor pertembakauan.
Perhatian lain diarahkan pada program sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika. Mas Rusdi menilai pola sosialisasi perlu diperbarui agar lebih menarik perhatian masyarakat.
“Untuk Dinas Kominfo, dalam sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di banner atau billboard, tidak usah pasang foto Bupati atau Wakil Bupati. Masyarakat sudah bosan. Tulis saja ‘Gempur Rokok Ilegal’ di bagian atas, lalu di bawahnya pasang foto destinasi wisata unggulan Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar media promosi ditempatkan di titik-titik strategis yang menjadi jalur utama antardaerah sehingga pesan mengenai pemberantasan rokok ilegal sekaligus promosi potensi daerah dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Untuk tahun 2027, cari billboard besar di luar Pasuruan, seperti di Surabaya, Malang, atau di sekitar exit tol. Kita harus berpikir out of the box,” tambahnya.
Menurut Mas Rusdi, ruang promosi publik sebaiknya dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata Kabupaten Pasuruan sehingga memberi dampak ganda terhadap peningkatan kunjungan wisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Adapun foto kepala daerah, menurutnya, cukup digunakan pada momentum peringatan hari besar atau hari raya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah segera mempercepat realisasi program DBHCHT agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama bagi petani tembakau, sektor kesehatan, penegakan hukum terhadap rokok ilegal, dan penguatan ekonomi daerah. “Yang terpenting adalah setiap rupiah dari DBHCHT benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar