BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Buruh Sedunia di Kabupaten Bangkalan tidak sekadar seremoni. Pemerintah daerah mendorong momentum May Day menjadi penguat perlindungan pekerja dan hubungan industrial yang lebih adil.
Kegiatan yang digelar di kawasan Kokoh City, Rabu (29/5/2026), dihadiri sekitar 150 perwakilan pekerja. Agenda diisi tasyakuran, santunan anak yatim, hingga ceramah keagamaan sebagai refleksi sosial dan moral.
Pesan pemerintah daerah disampaikan melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bangkalan, Jimmi Tria Sukmana, yang membacakan sambutan Bupati. Ia menegaskan pentingnya kontribusi pekerja dalam menopang ekonomi daerah.
“Terima kasih kepada para pekerja atas peran aktifnya dalam menggerakkan roda ekonomi Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.
Lebih dari itu, peringatan May Day dinilai sebagai pengingat sejarah panjang perjuangan buruh dalam menuntut hak dasar, termasuk jam kerja yang manusiawi. Isu tersebut masih relevan di tengah dinamika ketenagakerjaan saat ini.
Pemkab Bangkalan menilai, tantangan ke depan bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga kepastian perlindungan kerja dan hubungan industrial yang sehat. Tanpa itu, stabilitas ekonomi daerah bisa terganggu.
Dengan mengusung tema kolaborasi, pemerintah mendorong sinergi antara pekerja, pengusaha, dan regulator. Tujuannya, menciptakan ekosistem kerja yang produktif sekaligus berkeadilan.
“Pekerja dan pengusaha adalah mitra. Keadilan dan rasionalitas harus dikedepankan agar hubungan kerja saling menguntungkan,” tegasnya.
Bagi masyarakat, kebijakan ini berdampak langsung pada stabilitas lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan keluarga buruh. Hubungan kerja yang sehat juga berpengaruh pada pertumbuhan investasi daerah.
Pemerintah berharap, peringatan Hari Buruh ke depan tidak berhenti pada seremoni. Namun menjadi langkah konkret memperkuat perlindungan tenaga kerja di Bangkalan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar