MBG Bangkalan, Wabup Fauzan Tegaskan Tak Boleh Lagi Ada Penerima Manfaat Keracunan

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Bangkalan M. Fauzan Ja'far saat menghadiri FGD bersama mitra dapur dan SPPG se-Kabupaten Bangkalan. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Bangkalan M. Fauzan Ja'far saat menghadiri FGD bersama mitra dapur dan SPPG se-Kabupaten Bangkalan. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan mendapat perhatian khusus pada aspek keamanan pangan. Wakil Bupati Bangkalan M. Fauzan Ja’far menegaskan tidak boleh lagi ada penerima manfaat yang mengalami keracunan akibat pelaksanaan program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Fauzan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Himpunan Mitra Dapur (HMD) Gerakan Masyarakat untuk Generasi Emas (Gemas) bersama mitra dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bangkalan.

“Program MBG di Bangkalan sudah tidak boleh lagi ada penerima manfaat yang keracunan. Kendala-kendala yang selama ini dihadapi harus segera dicarikan solusi,” tegas Fauzan.

FGD tersebut dihadiri Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi Jawa Timur Kusmiyanti, Satgas SPPG Bangkalan, serta para mitra dan pengelola SPPG. Forum menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG sekaligus membahas langkah pembenahan.

Fauzan mengatakan evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaksanaan MBG di Bangkalan semakin tertata dan manfaat program sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Menurut dia, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Pengelolaan makanan harus diperhatikan sejak pengadaan bahan pangan, proses pengolahan dan penyimpanan hingga pendistribusiannya kepada penerima manfaat.

“Yang paling penting adalah bagaimana makanan yang diberikan benar-benar aman dan memenuhi standar gizi. SOP harus dijalankan, sehingga setiap prosesnya dapat dikontrol dengan baik,” ujarnya.

Selain keamanan pangan, kualitas dan kandungan gizi juga menjadi perhatian. Program MBG tidak hanya ditujukan untuk memastikan makanan tersedia bagi penerima manfaat, tetapi juga memberikan asupan bergizi yang mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam forum tersebut, Ketua HMD-GEMAS menyampaikan bahwa FGD merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan bersama terhadap pelaksanaan MBG di Bangkalan.

Forum itu disebut menjadi kegiatan pertama di Jawa Timur yang secara khusus mempertemukan unsur mitra dapur dan SPPG untuk membahas berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari standardisasi, SOP, pemenuhan gizi hingga keamanan pangan.

Berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan tata kelola dapur SPPG. Perwakilan KPPG Jawa Timur juga memberikan penjelasan mengenai SOP yang wajib diterapkan dalam pengelolaan SPPG agar para mitra memiliki pemahaman yang sama mengenai standar pengelolaan makanan dan pelayanan kepada penerima manfaat.

Salah seorang pengelola dapur yang mengikuti forum tersebut menilai evaluasi diperlukan agar kendala yang muncul dapat segera diperbaiki.

“Evaluasi ini penting supaya apa yang menjadi kendala bisa segera diperbaiki. Harapannya ke depan pelaksanaan MBG semakin baik dan persoalan yang sama tidak terulang,” ungkapnya.

Di Kabupaten Bangkalan tercatat sekitar 131 mitra yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Sebagian mitra bahkan mengelola lebih dari satu dapur SPPG. Namun, tidak seluruh mitra dapat hadir dalam forum tersebut.

Sekretaris HMD-GEMAS sekaligus mitra SPPG, Subaidi, menekankan bahwa pemenuhan gizi harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat. Dampak asupan makanan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak juga perlu menjadi perhatian.

“Harapannya dengan MBG ini dampaknya bermanfaat bagi penerima manfaat agar pertumbuhannya baik, kecerdasannya meningkat, karena asupan vitaminnya baik. Jadi itu harus dijaga,” katanya.

Subaidi menambahkan, pemenuhan gizi harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keamanan pangan. Dengan demikian, makanan yang disajikan kepada penerima manfaat diharapkan memenuhi kebutuhan gizi sekaligus aman dikonsumsi.

Melalui FGD tersebut, HMD-GEMAS bersama mitra dapur dan SPPG mendorong penguatan koordinasi serta penyamaan pemahaman mengenai standar pengelolaan MBG.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga mendorong agar hasil evaluasi tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi ditindaklanjuti melalui pembenahan di masing-masing dapur SPPG.

Penguatan tata kelola, penerapan SOP secara konsisten, keamanan pangan, dan kualitas gizi menjadi bagian penting agar pelaksanaan MBG di Bangkalan dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru