Menaker Genjot Pelatihan Vokasi 2026, 70 Ribu Lulusan Disiapkan Masuk Dunia Kerja

Senin, 20 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah mempercepat penguatan kualitas tenaga kerja melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan program ini dirancang agar lulusan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan lebih cepat terserap ke dunia kerja.

Langkah ini dinilai penting di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, terutama bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang membutuhkan akses pelatihan praktis, sertifikasi, dan pengalaman berbasis industri.

Saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026), Yassierli menyebut konsep utama program adalah link and match antara pelatihan dan kebutuhan pasar kerja.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” kata Yassierli.

Secara nasional, PVN Batch I diikuti 10.405 peserta. Mereka tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah.

Khusus di BBPVP Bandung, sebanyak 512 peserta mengikuti pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan pasar saat ini. Bidang yang dibuka antara lain operator forklift, barista, roti dan pastry, desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD), hingga pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas melalui skema project-based learning.

Bagi masyarakat, program ini memberi manfaat langsung karena peserta tidak dipungut biaya. Pemerintah juga menyiapkan makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi dari BNSP, hingga fasilitas asrama untuk skema tertentu.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Selain membuka peluang kerja baru, pelatihan vokasi juga berpotensi meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional dan produktivitas ekonomi daerah.

Pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi yang dibiayai APBN dengan prioritas lulusan SMA/SMK sederajat.

“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” pungkas Yassierli.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Berita Terbaru