Menaker Yassierli Perkuat Pasar Kerja Berbasis Skills Sesuai Kebutuhan Industri

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan paparan mengenai penguatan pasar kerja berbasis keterampilan dalam Rakerkornas XXXV APINDO 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan paparan mengenai penguatan pasar kerja berbasis keterampilan dalam Rakerkornas XXXV APINDO 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

MAKASSAR, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus memperkuat pasar kerja berbasis keterampilan (skills) agar kompetensi tenaga kerja semakin selaras dengan kebutuhan dunia industri. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan yang terus berkembang.

Pernyataan itu disampaikan Yassierli dalam sesi dialog Rapat Kerja Koordinator Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).

Menurut Yassierli, dunia kerja saat ini semakin mengutamakan keterampilan dibanding sekadar latar belakang pendidikan formal. Kondisi tersebut menuntut transformasi sistem ketenagakerjaan agar lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri.

“Pasar kerja saat ini yang dicari adalah keterampilan (skills), dan saya yakin APINDO juga mengamini bahwa Skills First adalah salah satu kunci agar kita tetap kompetitif,” katanya.

Yassierli mengungkapkan kebutuhan industri berkembang sangat cepat, sedangkan ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai belum mampu mengimbanginya. Akibatnya, banyak perusahaan mengalami kesulitan memperoleh tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan.

Ia menyebut lebih dari 80 persen perusahaan di berbagai negara masih menghadapi kendala dalam mencari tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Di sisi lain, sekitar 36 persen pekerja mengalami mismatch atau ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan tuntutan pekerjaan.

“Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa pendidikan formal dan kualifikasi akademis di atas kertas tidak lagi menjadi jaminan mutlak kompetensi nyata seseorang,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berkomitmen mengembangkan pasar kerja berbasis keterampilan. Pendekatan ini menempatkan kompetensi sebagai pertimbangan utama dalam proses rekrutmen dan pengembangan tenaga kerja.

Yassierli menjelaskan, mengacu pada pandangan OECD, strategi tersebut dilakukan melalui penguatan pembelajaran modular dan mikrokredensial sebagai bukti kompetensi yang lebih spesifik. Pemerintah juga mendorong pengakuan atas keterampilan melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau serta penerapan rekrutmen yang lebih mengutamakan keterampilan dibandingkan kualifikasi akademik.

Ia berharap sinergi pemerintah bersama dunia usaha, termasuk APINDO, mampu mempercepat terbentuknya pasar kerja yang mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja sehingga daya saing nasional semakin meningkat.

“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat pasar kerja yang adaptif terhadap kebutuhan industri serta meningkatkan daya saing nasional di tengah tantangan ekonomi global,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru