Menu MBG di Lamongan Diprotes, Benda Diduga Ulat di Nasi Jadi Sorotan

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dugaan ulat dalam nasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Foto dugaan ulat dalam nasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dugaan adanya ulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menjadi perbincangan setelah foto temuan tersebut beredar di grup WhatsApp.pada Selasa (04/08/2026). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamongan Turi Geger menyatakan benda yang ditemukan di dalam nasi bukan ulat, melainkan udang rebon.

Temuan itu muncul saat paket MBG berisi ayam suwir, tempe, tumis sawi, jeruk, dan nasi hendak dibawa pulang oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di dalam nasi terlihat benda kecil berwarna putih kecokelatan yang memanjang dan diduga menyerupai ulat.

Seorang kader posyandu kemudian mengunggah foto tersebut ke grup WhatsApp MBG desa. “Pak ini di nasinya ada seperti ini tolong diteliti lagi,” tulisnya.

Kader tersebut juga menyoroti porsi tempe yang dinilai hanya separuh serta menyebut selama dua hari tidak tersedia sampel makanan untuk PIC. Pesan itu kemudian ditanggapi kader lain yang meminta agar temuan segera disampaikan kepada SPPG sebagai bahan evaluasi dapur penyedia MBG.

Program MBG 3B di Desa Tawangrejo menyasar ibu hamil, balita, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Seluruh menu disuplai oleh SPPG Lamongan Turi Geger.

Kepala SPPG Lamongan Turi Geger, Ir. Ahmad Arif Fathoni, M.T., memberikan klarifikasi atas temuan tersebut. “Kami ingin mengklarifikasi bahwa benda di dalam nasi tersebut bukan ulat, melainkan udang rebon (ebi) yang digunakan untuk menambah cita rasa,” ujarnya.

Admin grup juga menyampaikan informasi kepada PIC sekolah dan posyandu bahwa menu nasi memang dicampur udang rebon. “Menu nasi hari ini terdapat campuran udang rebon. Mohon informasikan jika ada penerima alergi udang,” tulis admin.

Fathoni mengatakan pihaknya akan menelusuri foto dan lokasi kejadian sebagai bahan evaluasi. “Biasanya itu porsi kecil. Maturnuwun atas masukannya,” jelasnya.

Meski demikian, setelah menerima gambar pembanding berupa udang rebon, belum ada konfirmasi lanjutan dari Fathoni.

Pendapat berbeda disampaikan seorang petambak, Ashuri, yang dimintai tanggapan mengenai foto tersebut. “Salah, ini ulat,” pungkasnya, Rabu (5/8/2026).

SPPG memastikan temuan itu akan ditelusuri agar distribusi Program Makan Bergizi Gratis tetap memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru