SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Turnamen Bola Voli Kebonsari Cup 1 Putri resmi bergulir di Lapangan Patriot VC, Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Sabtu (18/7) malam. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana membuka langsung ajang yang mempertemukan delapan klub voli putri dari Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto tersebut.
Turnamen perdana ini menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga berbasis masyarakat. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas melalui olahraga.
Lima klub asal Sidoarjo turut ambil bagian, yakni Jenggolo Sport Sidoarjo (JSS), PBV Jayaraya, Indomaret, PT Ecco, dan Puput VC. Adapun Surabaya diwakili Hans Surabaya, sedangkan Mojokerto mengirimkan Gajah Mada Mojokerto dan Gama Sport Mojokerto.
Pertandingan pembuka langsung menyajikan persaingan menarik. Tuan rumah Jenggolo Sport Sidoarjo (JSS) berhasil mengawali turnamen dengan hasil positif setelah mengalahkan Gajah Mada Mojokerto dalam tiga set langsung.
Dalam sambutannya, Mimik Idayana memberikan apresiasi kepada panitia, Patriot VC, dan masyarakat Desa Kebonsari yang dinilai mampu menyelenggarakan turnamen secara mandiri. Menurutnya, kegiatan olahraga di tingkat desa memiliki peran penting dalam menciptakan ruang pembinaan sekaligus mempererat kebersamaan warga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya menyampaikan apresiasi kepada panitia, para wasit, dan seluruh warga Kebonsari yang sudah guyub, rukun, ngadakno turnamen iki,” ujarnya.
Mimik menilai geliat olahraga yang tumbuh dari desa merupakan modal penting untuk mencetak atlet berprestasi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung berbagai kegiatan olahraga yang lahir dari inisiatif masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari kompetisi yang harus diterima dengan sikap dewasa.
“Pesan saya cuma satu, bertanding yang semangat, sportif, jangan gampang emosi. Kalau menang tetap rendah hati, kalau kalah tidak usah minder. Tahun depan latihan maneh, melu maneh,” pesannya.
Lebih jauh, Mimik berharap Kebonsari Cup dapat berkembang menjadi agenda olahraga tahunan. Turnamen tersebut dinilai tidak hanya membuka peluang lahirnya atlet voli putri berbakat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
“Ayo kita buktikan kalau kita bisa rukun, kompak, dan guyub. Insyaallah ke depannya Sidoarjo bakal terus maju dan lebih baik,” ajaknya.
Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang memadati arena pertandingan menjadi gambaran tingginya minat terhadap olahraga voli di tingkat lokal. Dari ajang seperti Kebonsari Cup 1 Putri, proses pembinaan atlet diharapkan terus berjalan sehingga mampu melahirkan talenta-talenta baru yang dapat mengharumkan nama Sidoarjo pada level yang lebih tinggi.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar