SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mendorong pelaku UMKM tidak hanya fokus menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga kreatif dalam memasarkan dan mempromosikannya, terutama melalui media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Mimik saat membuka Gebyar UMKM 2026 di area parkir Mall Ramayana Ciplaz Sidoarjo, Jumat (28/8/2026) malam.
Gebyar UMKM 2026 berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, dengan menghadirkan 30 stan produk unggulan UMKM Sidoarjo. Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari kerajinan hingga makanan dan minuman hasil produksi pelaku usaha lokal.
Bagi Pemkab Sidoarjo, kegiatan itu tidak sekadar menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berjualan. Gebyar UMKM diarahkan sebagai sarana mempertemukan produk lokal dengan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
“UMKM bukan hanya persoalan penjualan, tetapi di dalamnya ada perjuangan, ada kreativitas, dan harapan keluarga untuk bisa lebih sejahtera,” ujar Mimik.
Menurutnya, setiap produk UMKM memiliki cerita tentang kerja keras dan kreativitas masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat melalui pilihan untuk membeli produk lokal.
Mimik mengajak masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk buatan pelaku UMKM Sidoarjo. Membeli produk lokal, kata dia, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan usaha masyarakat.
“Dengan membeli produk-produk UMKM Sidoarjo membantu menggerakkan ekonomi dan mewujudkan Sidoarjo yang semakin sejahtera,” ungkapnya.
Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, Mimik menilai kualitas produk saja tidak cukup. Pelaku UMKM juga perlu membangun merek, membuat konten, memanfaatkan media sosial, serta memperluas jangkauan konsumen secara digital.
“Zaman sudah berubah. Jangan hanya bagus produknya, tetapi promosinya juga harus lebih kreatif,” pesannya.
Menurutnya, platform digital memberikan peluang bagi produk UMKM untuk menjangkau konsumen di luar Sidoarjo. Namun, peluang tersebut harus diikuti kesiapan pelaku usaha, mulai dari kualitas produk, kemasan, identitas merek, konsistensi produksi hingga strategi promosi.
Pemkab Sidoarjo, kata Mimik, akan terus mendorong pelaku UMKM agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas melalui pelatihan, pendampingan, serta pembukaan akses pemasaran.
“Mudah-mudahan Gebyar UMKM ini menjadi salah satu terobosan untuk mendorong UMKM Sidoarjo naik kelas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo H. Chudori mengatakan Gebyar UMKM 2026 digelar untuk mempromosikan produk unggulan usaha mikro kepada masyarakat luas.
Selain promosi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperluas jejaring pemasaran dan memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk unggulan usaha mikro kepada masyarakat luas dan meningkatkan omzet dan peluang pemasaran produk-produk usaha mikro,” ujarnya.
Dengan menghadirkan 30 stan selama tiga hari, Gebyar UMKM 2026 diharapkan menjadi momentum mempertemukan produk dan kreativitas pelaku usaha Sidoarjo dengan kebutuhan pasar.
Bagi UMKM, upaya naik kelas bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memastikan produk tersebut dikenal, dipilih, dan dibeli konsumen sehingga dapat ikut menggerakkan ekonomi keluarga serta daerah.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar