Misi Dagang Jatim-Kalbar Catat Transaksi Rp2,529 Triliun, Gubernur Khofifah Ungkap Investasi Rp885 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PONTIANAK,RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026). Forum perdagangan antardaerah tersebut mencatatkan komitmen transaksi mencapai Rp2.529.710.925.000, terdiri dari penjualan Jatim Rp1.480.881.842.000, pembelian Rp163.829.083.000, serta investasi Rp885 miliar.

Capaian tersebut memperkuat hubungan ekonomi dua provinsi sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha. Misi dagang kali ini melibatkan 162 pelaku usaha, masing-masing 62 dari Jawa Timur dan 100 dari Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi provinsi Jawa Timur dan provinsi Kalimantan Barat sukses digelar, total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp2,5 Triliun, dari 2,5 Triliun Rp885 Miliar untuk capaian investasinya,” kata Khofifah.

Transaksi penjualan Jawa Timur mencakup berbagai komoditas unggulan lintas sektor. Produk yang diperdagangkan antara lain garam bahan baku dan olahan, olahan daging sapi dan ayam, green bean coffee, telur ayam, susu sapi, rokok, benih hortikultura dan jagung, pakan ikan dan udang, beras, gula pasir, telur asin, telur bakar, telur bebek, ikan patin, DOC, buster buah, kambing dan domba, ikan kaleng, produk fesyen, balok kayu, pupuk asam amino, bawang merah hingga cabai merah kering.

Arus perdagangan juga berlangsung dua arah. Pelaku usaha Jawa Timur melakukan pembelian sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat, antara lain kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, ikan bagus dan ikan toman.

Pada sektor investasi, terdapat komitmen perluasan usaha industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah, perluasan usaha perkebunan sawit di Kabupaten Landak, serta perluasan industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.

Komitmen transaksi terbesar tercatat antara PT Phalosari Unggul Jaya sebagai perwakilan pelaku usaha peternakan Jawa Timur dengan CV Sujaya Food sebagai perwakilan pelaku usaha peternakan Kalimantan Barat. Transaksi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari penguatan hubungan usaha kedua daerah.

Pada perdagangan komoditas lain, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya mencatat transaksi penjualan rokok kepada PT Bentoel Prima di Pontianak. Tutur Coffee dari Kabupaten Pasuruan melakukan penjualan green bean coffee kepada HIPKA Kota Pontianak, sedangkan PT Suri Tani Pemuka Kota Surabaya mencatat penjualan pakan ikan dan pakan udang.

Perdagangan dari Kalimantan Barat ke Jawa Timur juga tercatat dalam forum tersebut. CV Satrya Abdi Buana Surabaya membeli arang batok kelapa dan briket sisha dari PT Korindo Complit Cardon Kabupaten Mempawah serta arang batok kelapa dari CV Insan Borneo Khatulistiwa Kota Pontianak.

CV Djadi Jaya Kota Malang juga mencatat transaksi penjualan kambing potong kepada PT Ratu Mitra Abadi Kabupaten Mempawah. Rangkaian transaksi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan dan pasokan yang saling melengkapi antara pelaku usaha kedua provinsi.

Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar menjadi kegiatan keenam yang dilaksanakan Jawa Timur bersama provinsi lain sepanjang 2026. Forum ini diarahkan untuk memperkuat jejaring konektivitas ekonomi sekaligus menggali peluang kerja sama baru.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai perdagangan Jawa Timur dan Kalimantan Barat mencapai Rp4,31 triliun. Nilai tersebut terdiri atas pembelian Jatim dari Kalbar sebesar Rp562,27 miliar dan penjualan Jatim ke Kalbar sebesar Rp3,75 triliun.

“Artinya neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Kalimantan Barat mengalami surplus sebesar Rp3,19 triliun. Dari sisi penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat,” katanya.

Penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat ditopang lima komoditas utama yang berkontribusi 96,21 persen terhadap keseluruhan penjualan. Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya posisi produk Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan pasar Kalimantan Barat.

Dari sisi pembelian, perdagangan Jawa Timur dari Kalimantan Barat didominasi minyak kelapa sawit mentah sebesar 63,84 persen, buah dan kernel kelapa sawit 27,78 persen, kayu gergajian 6,87 persen, tangerine mandarin clementine 1,49 persen, serta kemasan kertas dan karton 0,01 persen.

“Lima komoditas ini menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat,” ucapnya.

Khofifah menilai struktur perdagangan tersebut memperlihatkan keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus ruang untuk memperluas perdagangan dua arah. Pengembangan komoditas yang lebih beragam diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha.

“Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang,” imbuhnya.

Hubungan perdagangan Jatim-Kalbar telah terjalin melalui Misi Dagang dan Investasi yang sebelumnya digelar pada 30 September 2022 di Kota Pontianak. Saat itu, komitmen transaksi mencapai Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi dagang.

Capaian terbaru meningkat signifikan dibandingkan forum 2022. Khofifah menilai perkembangan tersebut perlu menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan.

“Capaian Misi dagang kali ini sangat jauh meningkat signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022, kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terbangun melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Kinerja ekonomi Jawa Timur juga menjadi salah satu dasar penguatan perdagangan antardaerah. Pada Semester I 2026, ekonomi Jatim tumbuh 5,84 persen secara kumulatif atau *c-to-c*, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jawa Timur tercatat menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,40 persen serta memberikan kontribusi 14,34 persen terhadap perekonomian nasional. Struktur ekonomi Jatim ditopang industri pengolahan 31,11 persen, perdagangan 18,22 persen dan pertanian 11,20 persen.

Kinerja perdagangan Jatim juga menunjukkan surplus Rp210,1 triliun sepanjang 2025. Pada Semester I 2026, surplus perdagangan kembali tercatat sebesar Rp100,35 triliun.

“Kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri karena setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang saling melengkapi. Perdagangan antarwilayah menjadi sangat penting sebagai salah satu fondasi integrasi ekonomi nasional,” jelasnya.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Besarnya arus perdagangan tersebut menggambarkan kebutuhan bahan baku, energi, serta komoditas untuk menopang industri, manufaktur, perdagangan dan konsumsi.

“Pada posisi ini, misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri,” terangnya.

Secara kumulatif sejak 2019 hingga 2026, Jawa Timur telah melaksanakan 53 kali misi dagang dalam negeri. Total komitmen transaksi mencapai Rp41,28 triliun melalui 2.282 transaksi dengan melibatkan 2.654 pelaku usaha.

Jawa Timur juga memperluas jaringan perdagangan internasional. Pada periode 2022 hingga Juli 2026, tercatat delapan misi dagang luar negeri ke Riyadh, Kuala Lumpur, Dili, Hong Kong, Osaka dan Singapura dengan total transaksi mencapai Rp33,18 triliun.

“Ini menjadi bukti bahwa produk unggulan Jawa Timur memiliki daya saing tinggi di pasar global. Semangat kolaboratif yang sama tentu perlu terus diperkuat dalam pengembangan perdagangan antar daerah, termasuk dengan Kalimantan Barat,” ajaknya.

Khofifah mengatakan misi dagang menjadi sarana mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Sektor industri, perdagangan, pertanian, perikanan, agribisnis hingga investasi dipertemukan dengan kebutuhan pasar.

Salah satu peluang yang disoroti Khofifah ialah sektor peternakan. Jawa Timur memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia sehingga sektor tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di Kalimantan Barat.

“Salah satu yang sektor unggulan di Jawa Timur adalah peternakan, saat ini jumlah populasi sapi di Jawa Timur ini tinggi sekali, populasi sapi terbesar di Indonesia, dengan posisi kedua ini terlampau jauh perbedaannya, sektor ini bisa menjadi hal yang akan dikembangkan di Kalimantan Barat,” tuturnya.

Khofifah secara khusus mengundang Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengirimkan tim untuk mengikuti pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan Kementerian Pertanian di Singosari, Jawa Timur.

Di kawasan tersebut juga terdapat UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak milik Pemprov Jatim di bawah Dinas Peternakan Jawa Timur yang berfokus pada pembibitan dan pemeliharaan ternak ruminansia kecil, seperti kambing, domba dan kelinci.

Khofifah meminta pelaku usaha kedua provinsi memanfaatkan forum tersebut untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan, membangun kepercayaan, serta membuka jaringan pasar baru.

“Mari kita manfaatkan momentum Misi Dagang ini dengan sebaik-baiknya, untuk membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, serta memperkuat jejaring bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat,” pesannya.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Khofifah bersama jajaran Pemprov Jatim. Ia menilai capaian transaksi kali ini sangat signifikan dibandingkan misi dagang sebelumnya.

“Ini yang paling besar nilai transaksinya, kami menyampaikan terima kasih, banyak yang harus kita pelajari di Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” kata Ria Norsan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak peserta mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu “Hari Merdeka” serta “Bendera”. Momentum tersebut menjadi bagian dari ajakan untuk memperkuat semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Minggu, 1 November 2026 - 21:54

AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Berita Terbaru