Mobilitas Lebaran Meningkat, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Ingatkan Risiko Penularan Campak

Kamis, 12 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengingatkan masyarakat waspada penularan campak jelang Lebaran, Kamis (12/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengingatkan masyarakat waspada penularan campak jelang Lebaran, Kamis (12/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular, salah satunya campak. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam melindungi bayi dan balita yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul tradisi silaturahmi Lebaran yang identik dengan pertemuan keluarga besar dan kerumunan masyarakat. Kondisi itu dinilai dapat memperbesar peluang penyebaran penyakit menular apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menilai peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran menjadi faktor yang perlu diwaspadai bersama. Aktivitas berkumpul dalam jumlah besar dapat mempermudah penyebaran virus, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh yang kuat.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi dan balita ketika bersilaturahmi. Kebiasaan memegang atau mencium anak kecil secara langsung dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika kesehatan saat berkunjung ke rumah kerabat. Masyarakat diharapkan tetap menjaga kebersihan diri serta memperhatikan kondisi kesehatan sebelum berinteraksi dengan anak-anak.

“Ini tetap menjadi kewaspadaan kita bersama, terutama menjelang hari raya. Mobilitas masyarakat meningkat dan banyak aktivitas berkumpul, sehingga risiko penularan penyakit juga ikut meningkat,” ujar Ning Lia.

Ia juga menekankan bahwa orang tua perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan anak selama masa libur Lebaran. Salah satunya dengan menghindari kontak langsung yang berlebihan dengan bayi dan balita.

“Salah satu yang perlu diingat, jangan sembarangan memegang atau mencium anak-anak, terutama bayi dan balita. Daya tahan tubuh mereka masih sangat rentan,” katanya.

Peringatan tersebut sejalan dengan imbauan Kementerian Kesehatan RI yang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 suspek campak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8.372 kasus telah terkonfirmasi dan enam kasus dilaporkan berujung kematian.

Selain itu, tercatat pula 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Meski tren kasus sempat meningkat pada Januari 2026 dan mulai menurun pada Februari, kewaspadaan tetap diperlukan karena mobilitas masyarakat masih tinggi.

Ning Lia menilai imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak dari risiko penularan campak. Ia mengingatkan orang tua agar memastikan anak telah menerima vaksin sesuai jadwal yang dianjurkan.

Menurutnya, imunisasi campak-rubela diberikan dalam tiga dosis, yaitu saat anak berusia 9 bulan, kemudian dosis penguat pada usia 18 bulan, dan saat anak berusia 6 hingga 7 tahun.

Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker di tempat ramai.

“Silaturahmi tetap penting, tetapi kesehatan juga harus dijaga. Mari kita lindungi anak-anak kita dengan meningkatkan kewaspadaan dan memastikan imunisasi mereka lengkap,” pungkas Ning Lia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru