LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat pengawasan dan koordinasi pengelolaan air di kawasan Bengawan Jero untuk memastikan kebutuhan irigasi pertanaman padi musim tanam kedua (MT II) tetap terpenuhi.
Monitoring kondisi jaringan irigasi dilakukan pada Senin (10/8), mulai dari wilayah Kecamatan Glagah hingga Dam Corong yang berada di perbatasan Lamongan-Gresik. Pemantauan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi Pemkab Lamongan menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga suplai air bagi wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero yang masih memasuki masa tanam.
Hasil pemantauan menunjukkan, sebagian wilayah hilir Kecamatan Glagah mulai memasuki masa panen. Sementara sejumlah wilayah hilir Gresik telah menyelesaikan panen dan mulai beralih ke aktivitas tambak.
Di sisi lain, kebutuhan air baku Bengawan Jero pada Agustus masih cukup tinggi. Terutama di wilayah tengah dan dalam yang masih melakukan pertanaman padi sehingga membutuhkan suplai irigasi secara berkelanjutan.
Pemkab Lamongan kemudian memperkuat koordinasi lintas wilayah untuk mengatur pemanfaatan air agar kebutuhan pertanian tetap menjadi perhatian utama.
Koordinasi dilakukan bersama Camat Glagah dan Kepala Desa Wedoro. Masyarakat yang telah selesai panen diimbau menunda sementara aktivitas menaikkan air untuk tambak agar tersedia waktu bagi wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero mendapatkan suplai air yang dibutuhkan.
“Wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero saat ini masih membutuhkan suplai air untuk pertanaman MT II. Karena itu, pengaturan penggunaan air perlu dilakukan bersama agar kebutuhan pertanian tetap terpenuhi,” ujar salah satu pihak dalam koordinasi monitoring tersebut.
Pengaturan juga dilakukan di Dam Corong bersama petugas pengelola dari sumber daya air Provinsi Jawa Timur. Saat ini dua dari lima pintu Dam Corong dibuka untuk mengatur aliran air sekaligus mengantisipasi masuknya air asin agar tidak lebih cepat bergerak ke wilayah hulu.
Selain itu, Pemkab Lamongan berkoordinasi dengan UPT Provinsi perwakilan Gresik-Lamongan terkait operasional pompa tambak di wilayah hilir Gresik. Pengoperasian pompa diatur secara bergantian untuk menjaga kestabilan debit air sekaligus mengakomodasi kebutuhan irigasi pertanian Lamongan.
Pemkab Lamongan juga berdialog langsung dengan petani di wilayah hilir Dam Corong yang menjalankan aktivitas tambak. Mereka diminta mengatur penggunaan pompa secara bergantian dengan mempertimbangkan tingginya kebutuhan air untuk pertanian Lamongan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi Pemkab Lamongan menghadapi musim kemarau. Pengaturan distribusi air diharapkan mampu mencegah kekurangan suplai, menjaga keberlangsungan pertanaman padi MT II, serta mengantisipasi potensi kekeringan di kawasan Bengawan Jero.
Editor : Zainul Arifin


















Komentar