KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Di balik kesuksesan wisata rafting Kali Watu yang kini menjadi magnet wisatawan nasional dan mancanegara, ada sosok inspiratif yang selama puluhan tahun konsisten membangun fondasi pengembangan sumber daya manusia melalui pendekatan edukatif. Dia adalah Rofik, atau lebih dikenal dengan panggilan Mr. Row, motivator senior sekaligus pendiri Kali Watu Group.
Sebelum merintis usaha rafting, Rofik memulai kariernya sejak 1992 sebagai pelatih pelatihan manajemen dan motivasi di Jakarta. Lambat laun, pendekatan pelatihannya berkembang dan diminati berbagai kalangan, mulai dari institusi pemerintah, TNI, Polri, hingga perusahaan swasta.
Konsistensinya mengemas pelatihan dengan pendekatan menyenangkan membawanya pada pencapaian baru. Ia mendirikan biro jasa konsultan manajemen yang menjangkau klien di berbagai provinsi. Kini, konsep pelatihannya dikenal luas karena memadukan unsur edukasi, peningkatan keterampilan, dan wisata rekreatif.
“Tagline yang saya bawa adalah learning, advancer, dan tourism. Kami percaya bahwa pembelajaran tidak harus kaku. Harus menyentuh hati, dilakukan dengan bahagia, dan disertai pergerakan tubuh,” kata Rofik saat ditemui di lokasi rafting Kali Watu, Rabu (6/8/2025).
Pendekatan unik ini juga diterapkan dalam pelatihan berskala besar, seperti yang baru-baru ini digelar bersama seluruh jajaran Kapolres se-Polda Jawa Timur. Dalam kegiatan bertajuk “Bersenang-senang untuk Penguatan SDM”, Rofik menekankan pentingnya membangun suasana positif agar pelatihan tak hanya menyentuh pikiran, tapi juga perasaan.
“Kalimat ‘bersenang-senang’ tidak cukup ditulis di kertas. Itu harus dirasakan dan dijalankan dengan tulus agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Kesuksesan konsep ini turut menopang eksistensi Kali Watu Rafting, destinasi arung jeram yang kini telah berusia lebih dari 15 tahun. Menurut Darmawan, manajer operasional Kali Watu, saat ini kunjungan wisatawan terus meningkat dengan rata-rata 2 juta pengunjung per tahun—naik dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kali Watu mempekerjakan sekitar 50 karyawan tetap, termasuk 10 skipper bersertifikat yang didampingi warga lokal. Wisatawan datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Kalimantan, Sumatra, hingga Malaysia.
Tarif rafting dipatok Rp195.000 per orang, sudah termasuk satu kali makan dan satu kali snack. Dalam satu perahu, maksimal diisi empat orang ditambah satu skipper. Jalur rafting dimulai dari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, dan berakhir di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, sepanjang 7 kilometer yang ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam.
Untuk menjamin keselamatan, manajemen Kali Watu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Setiap wisatawan juga dilindungi oleh asuransi. “Kami utamakan keselamatan, karena Sungai Brantas punya tantangan tersendiri. SOP dan asuransi adalah bagian dari pelayanan utama kami,” kata Darmawan.
Tak hanya rafting, Kali Watu juga melayani kegiatan outbound dan fun games untuk sekolah, instansi, dan komunitas. Targetnya, mendukung Kota Batu sebagai destinasi wisata nasional dan internasional yang unggul dalam edukasi dan rekreasi.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : wanto
Editor : Zainul Arifin








