Mural Fest 2026 Didorong Jadi Branding Wisata Baru Pecinan Semarang

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau proses pengerjaan mural di kawasan Pecinan Semarang, September 2026. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau proses pengerjaan mural di kawasan Pecinan Semarang, September 2026. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Mural Fest 2026 di kawasan Pecinan Semarang didorong tidak berhenti sebagai kegiatan seni, tetapi berkembang menjadi bagian dari branding wisata baru Kota Semarang. Kegiatan yang melibatkan pelajar hingga mahasiswa itu dinilai dapat memperkuat identitas kawasan sekaligus membuka peluang dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan apresiasi tersebut saat meninjau langsung proses pengerjaan mural di kawasan Pecinan, di sela kunjungannya untuk melihat kesiapan lokasi Mooncake Festival 2026.

Dalam kunjungan itu, Agustina melihat proses pengerjaan mural serta meninjau sejumlah lokasi, termasuk Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok dan Klenteng See Hoo Kiong.

Mural Fest 2026 digelar Pokdarwis Krabat Pecinan dengan dukungan sponsor Mowilex. Kegiatan tersebut mengusung tema “Harmoni Keberagaman” dan berlangsung pada 12 hingga 19 September 2026, setiap pukul 15.00–21.00 WIB.

Puncak Mural Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026 di kawasan Gang Baru Semarang.

Menurut Agustina, mural di ruang publik memiliki potensi lebih luas karena tidak hanya menjadi media ekspresi seni. Karya visual yang hadir di kawasan tertentu dapat memperkenalkan karakter wilayah sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung.

Karena itu, ia menilai konsep Mural Fest dapat dikembangkan di wilayah lain di Kota Semarang. Dengan semakin banyak ruang publik yang memiliki identitas visual kuat, kawasan-kawasan tersebut diharapkan memiliki daya tarik tersendiri.

Selain aspek visual, kegiatan seperti Mural Fest juga dinilai dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan memberikan dampak ekonomi bagi warga di sekitar kawasan.

Pecinan sendiri dipilih sebagai lokasi Mural Fest 2026 karena memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari keragaman budaya Kota Semarang. Tema “Harmoni Keberagaman” kemudian diterjemahkan peserta melalui karya visual yang mengangkat pesan persatuan, toleransi, dan kehidupan masyarakat dalam perbedaan.

Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan melalui seni di ruang publik.

Lurah Kranggan Anggit Noor Pratama yang turut mendampingi Agustina mengapresiasi pelaksanaan Mural Fest 2026. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat branding Kelurahan Kranggan dan kawasan Pecinan sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kota Semarang.

Anggit juga berharap kegiatan tersebut memberikan efek domino terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Krabat Pecinan Hengky Hidayat Pranadya mengatakan Mural Fest 2026 tidak semata-mata berbicara mengenai karya seni. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan warga dan memberi kesempatan kepada generasi muda ikut berkontribusi dalam perkembangan Pecinan.

“Kami mengajak anak-anak muda, mulai dari tingkat SMA hingga universitas, untuk ikut mewarnai Pecinan Semarang melalui kreasi mereka,” ujar Hengky.

Keterlibatan pelajar dan mahasiswa, lanjut Hengky, menjadi bagian penting karena generasi muda membawa perspektif dan kreativitas yang dapat memperkaya wajah kawasan Pecinan.

Hengky juga menyampaikan apresiasi kepada Farid Hidayatullah selaku Ketua Pelaksana yang telah bekerja keras sehingga Mural Fest 2026 dapat terlaksana.

Apresiasi juga disampaikan kepada Markus Djulipurwanto selaku Pembina Kranggan Pecinan. Hengky menilai Markus memiliki dedikasi dalam mendorong perkembangan kawasan Kranggan Pecinan hingga memiliki daya tarik seperti saat ini.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Markus Djulipurwanto selaku Pembina Kranggan Pecinan. Beliau telah memberikan dedikasi maksimal sehingga wilayah Kranggan Pecinan dapat menjadi seperti saat ini,” ungkapnya.

Mural Fest 2026 masih berlangsung hingga 19 September sebelum memasuki puncak acara pada 20 September di kawasan Gang Baru Semarang.

Perpaduan seni ruang publik, sejarah kawasan, kreativitas generasi muda, dan keterlibatan masyarakat menjadi modal yang diharapkan dapat memperkuat wajah Pecinan Semarang. Di saat yang sama, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa keberagaman merupakan bagian dari identitas sekaligus kekuatan Kota Semarang.

Penulis : Oki

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru