Ngawi Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini Lewat Lomba Pelajar dan Edukasi Publik

Senin, 15 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya membangun budaya antikorupsi secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, yang tidak hanya berfokus pada birokrasi, tetapi juga melibatkan pelajar dan masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan digelar pada 12 Desember 2025. Sebelum puncak acara berupa penandatanganan deklarasi sinergitas antikorupsi, Pemkab Ngawi lebih dulu menyelenggarakan lomba antikorupsi bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Lomba ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus kampanye nilai integritas dengan metode kreatif yang sesuai usia, agar pesan antikorupsi mudah dipahami dan diterima sejak dini.

Inspektur Kabupaten Ngawi, Drs. Yulianto Kusprasetyo, menegaskan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan antikorupsi di lingkungan sekolah menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang berintegritas.
“Langkah membasmi korupsi harus dimulai dari fondasi yang kuat, yaitu membangun integritas di kalangan generasi muda. Pendidikan antikorupsi, sosialisasi, dan kampanye berkelanjutan perlu terus digencarkan agar nilai kejujuran tertanam sejak dini,” ujarnya.

Selain lomba pelajar, peringatan Hakordia di Ngawi juga diisi dengan pemutaran film edukatif antikorupsi di hadapan peserta deklarasi. Film tersebut menggambarkan praktik-praktik korupsi yang kerap muncul dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, sekaligus menekankan bahwa penyimpangan sering berawal dari hal kecil yang dianggap wajar.

Wakil Bupati Ngawi, Antok, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan korupsi. Ia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
“Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting. Diperlukan peran aktif masyarakat, desa, organisasi sosial, dan media sebagai garda pengawasan,” tegasnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkab Ngawi berharap komitmen antikorupsi tidak berhenti pada agenda seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Pendidikan sejak dini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Penulis : En

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru