NGAWI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya membangun budaya antikorupsi secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, yang tidak hanya berfokus pada birokrasi, tetapi juga melibatkan pelajar dan masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan digelar pada 12 Desember 2025. Sebelum puncak acara berupa penandatanganan deklarasi sinergitas antikorupsi, Pemkab Ngawi lebih dulu menyelenggarakan lomba antikorupsi bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Lomba ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus kampanye nilai integritas dengan metode kreatif yang sesuai usia, agar pesan antikorupsi mudah dipahami dan diterima sejak dini.
Inspektur Kabupaten Ngawi, Drs. Yulianto Kusprasetyo, menegaskan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan antikorupsi di lingkungan sekolah menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang berintegritas.
“Langkah membasmi korupsi harus dimulai dari fondasi yang kuat, yaitu membangun integritas di kalangan generasi muda. Pendidikan antikorupsi, sosialisasi, dan kampanye berkelanjutan perlu terus digencarkan agar nilai kejujuran tertanam sejak dini,” ujarnya.
Selain lomba pelajar, peringatan Hakordia di Ngawi juga diisi dengan pemutaran film edukatif antikorupsi di hadapan peserta deklarasi. Film tersebut menggambarkan praktik-praktik korupsi yang kerap muncul dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, sekaligus menekankan bahwa penyimpangan sering berawal dari hal kecil yang dianggap wajar.
Wakil Bupati Ngawi, Antok, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan korupsi. Ia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
“Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting. Diperlukan peran aktif masyarakat, desa, organisasi sosial, dan media sebagai garda pengawasan,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkab Ngawi berharap komitmen antikorupsi tidak berhenti pada agenda seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Pendidikan sejak dini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Penulis : En
Editor : Zainul Arifin








