LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pertandingan Liga 2 antara Persela Lamongan dan Deltras Sidoarjo yang digelar Senin (15/9/2025) memang berlangsung di Stadion Surajaya, namun semaraknya juga terasa hingga pelosok Lamongan. Salah satunya di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, di mana ratusan suporter berkumpul dalam kegiatan nonton bareng (nobar) di halaman Graha Narita.
Acara nobar yang dimulai pukul 15.00 WIB itu dihadiri sekitar 80 pendukung Persela dari kelompok Curva Boys dan 30 suporter Deltras. Meski atmosfer pertandingan cukup tegang, kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga usai.
Untuk memastikan jalannya acara tetap kondusif, Polsek Tikung bersama jajaran menggelar apel pengamanan. Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, SH, turun langsung memimpin pengamanan dengan dukungan personel gabungan dari Polsek Turi, Polsek Kembangbahu, dan Polsek Kota Lamongan.
“Kami menyiapkan langkah pengamanan berlapis karena kegiatan nobar ini berpotensi menimbulkan gesekan. Namun alhamdulillah, situasi tetap aman dan kondusif,” ujar AKP Anang.
Hadir pula sejumlah pejabat kepolisian setempat seperti Kanit Reskrim Ipda Andi Nurcahya, Kanit Samapta Aiptu Ketut G.B., Aiptu Abdul Kholiq, Aipda Aan, dan Bripka Lendy. Kehadiran aparat disambut positif oleh warga dan suporter yang hadir.
Meski Persela Lamongan harus menerima kekalahan dalam laga tersebut, tidak ada kericuhan yang terjadi di lokasi nobar. Baik suporter Persela maupun Deltras tetap menjunjung semangat persaudaraan.
Suasana semakin cair saat kedua kelompok kompak meneriakkan yel-yel “Kami Persela dan Deltras Bersaudara” sebagai simbol solidaritas. Pj panitia nobar, Danu, menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian yang telah memberi rasa aman selama kegiatan berlangsung.
“Kami senang karena bisa nobar dengan nyaman. Dukungan pengamanan membuat suasana kondusif meskipun hasil pertandingan tidak sesuai harapan sebagian penonton,” katanya.
AKP Anang menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan langkah preventif dalam setiap kegiatan yang melibatkan massa suporter. Ia mengingatkan, rivalitas dalam sepak bola tidak boleh merusak kerukunan antarwarga.
“Sepak bola harus menjadi hiburan, bukan alasan untuk bentrok. Kami berharap semua elemen suporter terus menjaga persaudaraan seperti yang terlihat malam ini,” tandasnya
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar