Nyaris Tiga Juta Suara,  Siapa Sebenarnya Lia Istifhama

Minggu, 29 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Lia Istifhama terus menjadi sorotan publik usai terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Dapil Jawa Timur pada Pemilu 2024. Ia meraih suara spektakuler sebanyak 2.739.123 suara, menjadikannya senator perempuan non-petahana dengan perolehan suara tertinggi secara nasional, hanya di bawah pelawak Komeng (Jabar) dan Gus Yasin (Jateng).

 

Meski merupakan keponakan dari mantan Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, sosok Lia justru dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Ia bukan kader partai, melainkan seorang aktivis sosial, advokat, akademisi, penulis, hingga musisi. Namanya mencuat di Jawa Timur juga karena merupakan putri bungsu dari KH Maskur Hasyim, tokoh Nahdlatul Ulama yang disegani.

 

Citra sebagai pribadi yang rendah hati, pemaaf, jujur, pejuang, dan peduli wong cilik melekat kuat pada diri Lia. Dengan perolehan suara nyaris menyentuh tiga juta, Ning Lia membuktikan bahwa politik tidak melulu soal kekuasaan, tetapi tentang ketulusan, kerja keras, dan kepedulian terhadap rakyat.

 

“Saya ingin publik tahu bahwa saya ini sama seperti kebanyakan orang. Pernah jadi sales kartu kredit, karyawati biasa yang harus panas-panasan naik motor ke mana-mana,” ujarnya merendah.

 

Lia dikenal gigih dalam menuntut ilmu. Ia tercatat pernah menjalani pendidikan S1 di tiga kampus berbeda secara bersamaan, yaitu Universitas Airlangga (Unair), IAIN Sunan Ampel (kini UINSA), dan STID Taruna Surabaya.

 

Ia mengaku bisa melalui masa kuliah yang padat berkat dukungan teman-teman, sistem pembelajaran fleksibel, serta hobinya membaca. Karena kecintaannya pada buku, Lia bahkan dijuluki “kutu buku” karena hampir setiap hari menyambangi perpustakaan.

 

“Pernah ikut kuliah lintas jurusan bahkan beda angkatan. Jadi kadang saya yang paling tua sendiri di kelas,” selorohnya.

 

Sejak masih mahasiswa, Lia juga sudah bekerja paruh waktu sebagai penerima tamu dan event organizer. Setelah lulus S1, ia bekerja penuh waktu—termasuk sebagai sales kartu kredit—sambil melanjutkan pendidikan. Hingga jenjang doktoral di UINSA pun ia jalani sembari tetap bekerja sebagai karyawati dan dosen.

 

“Saya belajar mencuri waktu. S2 dan S3 saya jalani dengan beasiswa dari Kementerian Agama, termasuk saat saya sedang hamil,” kenangnya.

 

Salah satu momen kampanyenya yang menarik terjadi di Madiun. Videonya sempat viral di TikTok karena seorang ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) terekam mencium salah satu bannernya. Alih-alih tersinggung, Ning Lia merespons dengan santai dan penuh empati.

 

“Orang ODGJ itu polos, nggak ada niat buruk. Saya anggap itu tanda ketulusan,” ucapnya bijak.

 

Setelah Pemilu, ia sempat menjadi korban pencatutan foto oleh pihak rival untuk materi kampanye. Meski bisa menempuh jalur hukum, Lia memilih untuk memaafkan.

 

“Niat kami hanya untuk edukasi. Politik harus jujur. Saya justru mengajak rival untuk saling bersinergi seperti saudara,” ujarnya.

 

Kiprah sosial Ning Lia juga patut diperhitungkan. Ia menerima berbagai penghargaan prestisius, di antaranya: Woman of The Year Jatim 2023 (TIMES Indonesia), Pejuang Literasi 2024, 100 Tokoh Muda Nasional 2020 (APN), Tokoh Peduli Desa Wisata, Pertanian, Covid-19, serta Tokoh Sosial Inklusif dan Interaktif 2025.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru