Pak Yes Dorong Produk Lokal Lamongan Jadi Buah Tangan Delegasi

Sabtu, 25 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat Gala Dinner Closing Ceremony 6th Summer School 2026 di Pendopo Lokatantra, Jumat (24/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat Gala Dinner Closing Ceremony 6th Summer School 2026 di Pendopo Lokatantra, Jumat (24/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau Pak Yes memanfaatkan momentum penutupan 6th Summer School 2026 Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga untuk mempromosikan produk UMKM Lamongan kepada 162 peserta dari 43 negara. Kegiatan itu berlangsung dalam Gala Dinner Closing Ceremony di Pendopo Lokatantra, Jumat (24/7).

Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes mengajak para partisipan membawa pulang produk lokal Lamongan sebagai buah tangan sebelum kembali ke negara masing-masing. Ia menekankan bahwa membeli produk daerah bukan sekadar transaksi, melainkan dukungan nyata bagi pengrajin dan pelaku usaha kecil.

“Ketika Anda membeli produk lokal kami, itu bukan hanya membeli, tetapi juga mendukung mimpi sebuah keluarga, mendorong kreativitas, dan membantu usaha kecil tumbuh,” ujar Pak Yes.

Ia juga memaparkan integrasi kearifan lokal dalam pembangunan berkelanjutan yang diterapkan di Lamongan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah ditopang tiga pilar utama, yakni pertanian, perdagangan, dan manufaktur, yang terus diperkuat dengan investasi pada peningkatan sumber daya manusia.

Pak Yes menegaskan, Lamongan memiliki karakter ekonomi yang bertumpu pada perpaduan antara sektor tradisional dan modern. Ia menyebut daerahnya sebagai ruang yang mempertemukan pertanian dengan industri, sekaligus membuka peluang yang terus berkembang.

“When you arrived in Lamongan, perhaps another city on the maps of Indonesia. But for us Lamongan is much more than a location, it is a place where agriculture meets industry. Where traditional embraces innovation, and where opportunities continue to grow,” terang Pak Yes.

Forum akademik internasional bertema “Strategies for Climate Adaptation and Disaster Risk Reduction from a Multidisciplinary Perspective” itu menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan ini diarahkan untuk merumuskan solusi inovatif menghadapi tantangan iklim dan risiko bencana di masa depan, sekaligus memperkenalkan potensi Lamongan kepada peserta mancanegara.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru