PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial dan berbagai program pemberdayaan senilai Rp13,76 miliar kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan. Bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 Hijriah di Kantor Bakorwil Pamekasan, Minggu (8/3).
Program ini menjadi bagian dari agenda rutin Pemprov Jatim selama Ramadan yang bertujuan memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, serta keluarga prasejahtera.
Khofifah mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas level pemerintahan menjadi kunci untuk memperluas jangkauan program perlindungan sosial.
“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp13.760.750.000 dengan berbagai skema program sosial dan pemberdayaan desa. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta dukungan dari BUMD.
Rincian bantuan meliputi penyaluran melalui Dinas Sosial Jawa Timur sebesar Rp4.914.200.000. Bantuan tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), serta bantuan KIP PPKS Jawara bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam program PKH Plus, sebanyak 1.939 keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan dengan total nilai Rp3.878.000.000. Program ini difokuskan untuk membantu lansia dari keluarga prasejahtera agar memiliki dukungan ekonomi yang lebih stabil.
Selain itu, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) disalurkan kepada 121 penerima dengan total nilai Rp435.600.000. Bantuan ini diberikan kepada penyandang disabilitas berat sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan khusus.
Sementara itu, bantuan KIP PPKS Jawara senilai Rp285.000.000 diberikan kepada 95 penerima. Program ini bertujuan mendukung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap memiliki akses terhadap layanan pendidikan.
Selain bantuan langsung kepada masyarakat, Pemprov Jatim juga memberikan dukungan kepada pilar sosial yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat. Bantuan operasional dan tali asih disalurkan kepada SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Total bantuan untuk pilar sosial tersebut mencapai Rp315.600.000 bagi 166 penerima. Para pilar sosial tersebut selama ini menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat penerima bantuan di tingkat desa dan kecamatan.
Khofifah menjelaskan bantuan ASPD diberikan sebesar Rp3.600.000 per tahun dan disalurkan secara bertahap dalam empat kali penyaluran. Skema tersebut diterapkan agar proses pendampingan terhadap penerima bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Untuk ASPD mereka satu tahun mendapat Rp3.600.000 dibagi empat kali supaya ada continuity penyapaan. Kemudian ada PKH lansia yang juga memiliki skema berbeda sesuai hasil asesmen di lapangan,” ujarnya.
Selain melalui Dinas Sosial, bantuan juga disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur sebesar Rp521.550.000. Bantuan tersebut mencakup Program Desa Berdaya sebesar Rp100.000.000 untuk satu desa serta Program Jatim Puspa senilai Rp296.550.000 untuk dua desa.
Program lain yang disalurkan melalui Dinas PMD Jatim meliputi bantuan BUMDes sebesar Rp100.000.000 serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten sebesar Rp25.000.000. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa dan mendorong pertumbuhan usaha desa.
Selain itu, bantuan keuangan desa juga diberikan melalui beberapa perangkat daerah lainnya dengan total mencapai Rp8.175.000.000. Bantuan tersebut disalurkan kepada puluhan desa di Kabupaten Pamekasan melalui berbagai program pembangunan infrastruktur dan penguatan desa.
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jawa Timur menyalurkan Rp4.325.000.000 untuk 23 desa. Sementara Dinas PU Bina Marga Jawa Timur menyalurkan Rp3.450.000.000 untuk 26 desa yang difokuskan pada penguatan infrastruktur jalan dan fasilitas publik.
Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menyalurkan Rp200.000.000 untuk satu desa guna mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Khofifah menegaskan berbagai program tersebut diarahkan untuk mengurangi ketimpangan sosial sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah. Ia berharap program bantuan tersebut tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian masyarakat.
“Fokus utamanya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan dan menekan ketimpangan. Harapannya perlindungan sosial ini adaptif dan mampu memberdayakan sekaligus memperkuat kemandirian desa dan masyarakat,” ungkapnya.
Selain bantuan sosial, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan 250 drum aspal untuk Pemerintah Kabupaten Pamekasan sebagai bagian dari program pembinaan jalan. Bantuan ini diberikan untuk membantu penanganan kerusakan jalan di tengah musim hujan yang cukup panjang.
Menurut Khofifah, hampir seluruh daerah di Jawa Timur saat ini mengajukan perbaikan jalan akibat dampak musim penghujan. Karena itu, Pemprov Jatim berupaya memberikan dukungan sesuai kewenangan masing-masing pemerintah daerah.
“Kalau itu jalan provinsi maka Pemprov akan melakukan perbaikan. Kalau jalan kabupaten atau desa, Pemprov memberikan dukungan berupa aspal sebagai bentuk sharing dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Dalam kegiatan yang sama, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan material bagi korban bencana angin kencang di Kabupaten Pamekasan senilai Rp100.000.000.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Pamekasan. Ia menilai berbagai bantuan tersebut akan sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berterima kasih atas perhatian Pemprov Jawa Timur. Bantuan ini akan memperkuat upaya kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang berada di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.
Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Pamekasan saat ini memprioritaskan tiga program utama, yaitu pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan penyakit serius, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta percepatan pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, dukungan program dari Pemprov Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga Pamekasan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar