Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Surabaya Dibuka Khofifah, Tampilkan Manuskrip Ulama Nusantara

Kamis, 12 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah membuka pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (11/3). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah membuka pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (11/3). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (11/3) malam. Pameran ini menampilkan berbagai artefak bersejarah dan manuskrip klasik yang mencerminkan warisan keilmuan serta spiritualitas para ulama.

Salah satu koleksi utama yang menarik perhatian pengunjung adalah kiswah peninggalan Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yakni kain penutup makam ulama besar tersebut di Baghdad, Irak. Kiswah ini secara berkala diganti setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh tasawuf yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam.

Khofifah menjelaskan, kiswah yang dipamerkan di Surabaya memiliki nilai historis khusus. Kain tersebut diberikan langsung oleh cicit ke-33 Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Syekh Afeefuddin Al Jailani, saat Khofifah berziarah ke makam ulama tersebut di Baghdad.

“Ini bukan sekadar benda bersejarah, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjaga warisan keilmuan, akhlak, dan spiritualitas yang diwariskan para ulama besar,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Selain kiswah, pameran ini juga menghadirkan dokumentasi perjalanan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dari masa ke masa. Arsip foto yang dipamerkan menunjukkan perkembangan masjid yang kini menjadi salah satu ikon religius di Jawa Timur sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Pengunjung juga dapat melihat sejumlah manuskrip kitab klasik yang menjadi rujukan pembelajaran di pesantren, seperti Kitab Tashrif Lughati, Kitab Amil, Kitab Fiqh, hingga Kitab Bahjatul Ulum. Koleksi ini menggambarkan kekayaan khazanah intelektual Islam yang diwariskan lintas generasi.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur tengah serius melakukan pelestarian turats atau warisan keilmuan klasik. Hingga saat ini, sekitar 400 manuskrip ulama Nusantara telah diteliti, sementara 200 manuskrip lainnya telah didigitalisasi untuk menjaga kelestarian dan memudahkan akses generasi mendatang.

“Sebanyak 48 manuskrip sudah dirangkum dalam bentuk ikhtisar dan dibukukan menjadi dua kitab. Bahkan kitab tersebut sudah saya sampaikan langsung kepada Grand Imam Al-Azhar,” kata Khofifah.

Pameran ini juga menampilkan sejarah dan keteladanan ulama Jawa Timur yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menjadi pengingat kontribusi ulama dalam perjalanan bangsa.

Khofifah menegaskan, masjid harus terus berperan sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan pembinaan umat. Ia berharap Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dapat semakin memperkuat fungsinya sebagai ruang spiritual sekaligus pusat edukasi bagi masyarakat.

“Masjid harus menjadi ruang belajar dan kolaborasi yang ramah bagi generasi muda agar nilai-nilai kebaikan terus tumbuh di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru