Panen Padi Organik Sembada Merah di Sleman, Wabup: Petani Harus Didorong Tanam Varietas Bernilai Tinggi

Selasa, 15 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN. RadarBangsa.co.id — Hamparan sawah di Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, terlihat ramai, Selasa (15/7/2025). Hari itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa ikut turun ke lahan bersama para petani Kelompok Tani Mekar dalam kegiatan panen padi organik varietas lokal unggulan, Sembada Merah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. Kehadirannya sekaligus sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian organik di daerah.

Sembada Merah merupakan salah satu varietas khas Kabupaten Sleman yang telah diakui secara resmi melalui SK Kementerian Pertanian RI No. 125 dan 126 tahun 2019. Bersama dengan Sembada Hitam, varietas ini menjadi simbol kedaulatan pangan lokal yang dikembangkan berbasis pertanian ramah lingkungan.

Padi ini dikenal memiliki cita rasa yang pulen, serta mengandung protein dan antioksidan lebih tinggi dibandingkan varietas padi pada umumnya. Karakteristik inilah yang membuatnya kian diminati, terutama oleh masyarakat yang mulai sadar akan pola makan sehat.

Sugiono, Ketua Kelompok Tani Mekar, menjelaskan bahwa panen kali ini dilakukan di lahan seluas 6,3 hektare. Hasilnya cukup menggembirakan, dengan rata-rata produktivitas mencapai lebih dari 7 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

“Sejak tahun 2022 kami sudah mengantongi sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS),” ujarnya.

Wakil Bupati Sleman menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para petani yang tetap konsisten membudidayakan varietas unggulan secara organik. Ia menilai, di tengah terus menyusutnya luas lahan sawah, budidaya padi bernilai tinggi menjadi salah satu solusi untuk menjaga kesejahteraan petani.

“Kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat terus meningkat. Maka ini menjadi peluang yang perlu dijawab oleh petani melalui varietas-varietas khusus seperti Sembada Merah yang diolah secara organik,” terang Danang.

Sementara itu, Ladiyani Retno Widowati mengaku kagum dengan hasil panen yang dicapai Kelompok Tani Mekar. Angka 7 ton per hektare yang dicapai menurutnya jauh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional untuk padi organik, yang saat ini masih berada di kisaran 5,2 ton per hektare.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, KWT, dan stakeholder lainnya. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik akan menghasilkan dampak positif,” ungkapnya.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Homecare dan Wadul Gus’e Bawa Jember Raih CNN Indonesia Awards 2026
Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:34

Homecare dan Wadul Gus’e Bawa Jember Raih CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru