JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Padjadjaran membangun sinergi pengembangan sumber daya manusia dan ketenagakerjaan di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menjawab ancaman kesenjangan kompetensi lulusan di tengah perubahan dunia kerja akibat transformasi digital dan perkembangan teknologi.
Perubahan pola industri dan percepatan digitalisasi kini menjadi tantangan serius bagi lulusan perguruan tinggi. Dunia kerja bergerak cepat, sementara banyak lulusan dinilai belum sepenuhnya memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
Kondisi itu mendorong Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama pengembangan SDM dan ketenagakerjaan melalui penandatanganan kesepahaman bersama dalam kegiatan Employer Meeting Unpad Talent & Employer Partnership Summit 2026 di Jatinangor, Sumedang.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara kampus dan dunia industri agar lulusan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tekanan pasar kerja yang semakin kompetitif.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mendukung transformasi ketenagakerjaan nasional.
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan,” ujar Cris.
Kerja sama itu mencakup berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, penguatan riset ketenagakerjaan, hingga penyusunan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Langkah tersebut dinilai penting karena kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja masih menjadi sorotan. Banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan digital, analisis data, hingga keterampilan teknis baru yang terus berkembang.
“Kerja sama ini diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan serta daya saing yang lebih kuat,” katanya.
Selain itu, sinergi Kemnaker dan Unpad juga difokuskan pada penguatan pelatihan vokasi. Program pelatihan Kemnaker akan dipadukan dengan kapasitas akademik, pusat kajian, serta riset dan inovasi yang dimiliki Unpad.
Dalam kesempatan itu, Cris juga menegaskan komitmen Kemnaker memperluas akses pelatihan melalui transformasi layanan ketenagakerjaan digital SIAPKerja dan penguatan balai latihan kerja yang responsif terhadap perkembangan industri.
Menurutnya, akses terhadap pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda agar tidak tertinggal di tengah persaingan kerja yang semakin ketat.
“Kami ingin memastikan generasi muda dan lulusan perguruan tinggi memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan, sertifikasi kompetensi, dan peluang kerja yang lebih luas,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar