GRESIK, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan menggelar pasar murah Gresik sekaligus membagikan ribuan Bendera Merah Putih kepada masyarakat di Lapangan Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dan halaman Balai Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026).
Khofifah juga mengajak warga bersama-sama menyanyikan lagu Hari Merdeka sebagai penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia meminta masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih sepanjang 1 hingga 31 Agustus 2026.
“Memasuki bulan Agustus, bulan Kemerdekaan RI, saya mengajak seluruh masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Kalau ada bendera di rumah yang sudah kusam atau bahkan belum memiliki, hari ini kami bagikan agar bisa langsung dipasang. Mari kita semarakkan Bulan Kemerdekaan sebagai wujud cinta tanah air dan semangat membangun negeri,” kata Khofifah.
Ia menegaskan semangat kebangsaan perlu berjalan seiring dengan upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan menjaga kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemprov Jawa Timur terus memaksimalkan pasar murah Gresik agar warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Pasar murah ini kami hadirkan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau karena harganya jauh di bawah harga pasar. Keterjangkauan bahan pangan ini penting agar kebutuhan rumah tangga masyarakat tetap terpenuhi dengan baik, hidup lebih tenang, daya beli tetap terjaga, dan inflasi di Jawa Timur terus dapat kita kendalikan,” katanya.
Pada gelaran pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium dipatok Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.
Khofifah menegaskan pasar murah akan diperluas ke berbagai daerah melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, BUMD, Bulog, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan. Program itu juga menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM dan IKM agar produk lokal semakin dikenal masyarakat.
“Pasar murah ini bukan hanya tentang sembako, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi UMKM lokal. Harapannya, produk-produk UMKM bisa semakin dikenal, dicintai, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar,” pungkasnya.
Warga Desa Raci Tengah, Sarah, mengaku senang bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menerima Bendera Merah Putih dari Gubernur Khofifah. Ia menilai kegiatan itu membantu warga menyambut Hari Kemerdekaan dengan lebih semangat.
“Alhamdulillah sangat membantu. Harga sembakonya jauh lebih murah, kami juga mendapat Bendera Merah Putih untuk dipasang di rumah. Jadi makin semangat menyambut Hari Kemerdekaan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Zubaidah, warga Kecamatan Panceng. Ia mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tidak hanya menghadirkan pasar murah Gresik, tetapi juga mengajak masyarakat memeriahkan Bulan Kemerdekaan.
“Terima kasih Ibu Gubernur Khofifah. Kami merasa terbantu dengan pasar murah ini, apalagi diberi Bendera Merah Putih. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar