LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah stabilisasi harga pangan di daerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah, kali ini di Halaman Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jumat (12/12). Kegiatan tersebut menjadi Pasar Murah ke-290 yang digelar Pemprov Jatim.
Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi kegiatan. Mayoritas pengunjung merupakan ibu rumah tangga yang memanfaatkan momentum ini untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram. Beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per lima kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp13.000 per kilogram. Selain itu, tersedia gula pasir Rp14.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.
Gubernur Khofifah menegaskan, Pasar Murah merupakan program komplementer yang dirancang untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah, sejalan dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kota.
“Pasar Murah ini biasanya mengiringi agenda kunjungan kerja saya di daerah. Pelaksanaannya tidak boleh berdekatan dengan pasar tradisional, karena tujuannya bukan menjadi kompetitor, melainkan membantu masyarakat,” kata Khofifah.
Menurutnya, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berlanjut hingga Ramadan dan Idulfitri, tekanan permintaan bahan pokok cenderung meningkat. Karena itu, diperlukan intervensi pemerintah agar lonjakan permintaan tidak berujung pada kenaikan harga.
“Kita ingin memastikan stabilisasi harga berjalan baik sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan logistik rumah tangga bisa terpenuhi,” ujarnya.
Khofifah juga menyoroti tingginya kesadaran masyarakat terhadap fluktuasi harga. Hal itu tercermin dari cepat habisnya sejumlah komoditas tertentu, seperti bawang merah.
“Tadi yang pertama habis adalah bawang merah. Artinya masyarakat sangat paham perbedaan harga di pasar dan di Pasar Murah,” ungkapnya.
Selain menyediakan sembako murah, Pasar Murah juga menjadi sarana promosi produk usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. Pemprov Jatim memanfaatkan kegiatan ini untuk melakukan kurasi produk yang berpotensi diikutsertakan dalam misi dagang antarprovinsi.
“Produk UKM kita ikut tampil. Beberapa di antaranya kami kurasi untuk misi dagang, termasuk produk pangan olahan seperti gula merah yang potensinya cukup besar,” kata Khofifah.
Sementara itu, warga menyambut positif kegiatan tersebut. Yayuk (60), warga Pasirian, mengaku bersyukur bisa memperoleh beras langsung dari Gubernur Khofifah. “Alhamdulillah, ini sangat membantu karena beras kebutuhan utama,” ujarnya.
Putrinya, Aisyah (25), menambahkan bahwa telur yang diterima gratis dapat membantu pemenuhan gizi anaknya. “Ini sangat bermanfaat untuk tambahan gizi,” katanya.
Pemprov Jatim memastikan program Pasar Murah akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar