SUMENEP,RadarBangsa.co.id – Pasar murah yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Batuputih Laok, Kabupaten Sumenep, membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dalam kegiatan di halaman Balai Desa Batuputih Laok, Rabu (14/10), sejumlah warga mengaku dapat menghemat pengeluaran belanja keluarga.
Salah satu daya tarik kegiatan tersebut adalah harga sejumlah komoditas pangan yang ditawarkan di bawah harga yang biasa ditemui sebagian warga. Beras medium dijual Rp11.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.000 per kilogram. Minyak goreng tersedia seharga Rp13.000 per liter.
Komoditas lainnya meliputi gula pasir Rp14.000 per kilogram dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram. Bawang putih dan bawang merah masing-masing dijual Rp6.000 per kemasan 250 gram, sementara cabai dibanderol Rp5.000 per kemasan 200 gram.
Telur ayam ras dijual Rp20.000 per paket dan daging ayam ras Rp32.000 per paket. Pasar murah ini juga menghadirkan produk industri kecil dan menengah (IKM) untuk membuka akses pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Gubernur Khofifah mengatakan, penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Pada Hari Jadi ke-81 Jawa Timur ini, kami ingin berbagi kebahagiaan melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pasar Murah ini menjadi salah satu ikhtiar kami untuk membantu meringankan belanja keluarga sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Manfaat pasar murah dirasakan Rifatul Khoir, warga Dusun Bendusan, Desa Batuputih Laok. Ia datang untuk membeli beras, telur, dan minyak goreng karena menilai harganya lebih murah dibandingkan dengan yang biasa ditemui di toko maupun pasar.
Rifatul menyebut selisih harga beras mencapai sekitar Rp3.000, minyak goreng Rp6.000, dan telur Rp7.000. Menurutnya, penghematan tersebut bisa dialihkan untuk membeli bahan pangan lain yang dibutuhkan keluarga.
“Dengan harga yang lebih murah, uang belanja bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya,” ungkapnya.
Masudoh, warga Batuputih yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga, juga mengaku terbantu dengan harga minyak goreng di pasar murah. Ia menyebut minyak goreng dijual Rp13.000 per liter, sedangkan harga yang biasa ditemuinya di toko mencapai sekitar Rp20.000.
Bagi Masudoh, selisih harga tersebut dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Sementara itu, Mukminah, warga yang datang bersama anaknya yang berusia dua bulan, mengaku bersyukur dapat membeli satu paket telur ayam untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Kegiatan tersebut juga diwarnai pembagian hadiah kepada warga. Nurimamatus Shidqiyah, yang datang untuk membeli minyak goreng dan beras, mendapatkan hadiah berupa kipas angin.
Ia mengaku bersyukur karena dapat berbelanja dengan harga lebih terjangkau sekaligus membawa pulang hadiah dari kegiatan yang menjadi bagian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau perlu didukung ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Pemerintah berupaya mendekatkan bahan pangan kepada masyarakat agar kebutuhan sehari-hari lebih mudah dipenuhi.
Ia juga mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan supaya komoditas yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan berbelanja sesuai kebutuhan. Kita ingin semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat dari pasar murah ini,” katanya.
Selain membantu konsumen, kehadiran produk IKM di pasar murah membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
Khofifah mengapresiasi dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Bulog, serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap kolaborasi itu dapat diperkuat agar pasar murah menjangkau lebih banyak masyarakat, membantu menjaga daya beli, dan memperluas kesempatan pemasaran produk usaha lokal.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar