Gus Fawait Dorong Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah di Jember

Kamis, 15 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Mohammad Fawait bersama jajaran Komisi II DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri dalam rapat koordinasi pusat dan daerah di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Kamis (15/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Mohammad Fawait bersama jajaran Komisi II DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri dalam rapat koordinasi pusat dan daerah di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Kamis (15/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan pentingnya menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas pemerintah pusat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember, Mohammad Fawait, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat dan Daerah di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Kamis (15/10/2026).

Dalam forum bertema Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Program Strategis Nasional itu, Gus Fawait juga meminta agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap kebutuhan Kabupaten Jember. Ia menyebut Jember memiliki jumlah penduduk miskin absolut terbanyak kedua di Jawa Timur.

Rakor tersebut dihadiri Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Cheka Virgowansyah, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kemendagri, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan tokoh masyarakat.

Gus Fawait mengatakan, program prioritas yang disusun pemerintah kabupaten diarahkan agar sejalan dengan kebijakan nasional. Keselarasan itu diharapkan mendukung pelaksanaan program pelayanan dasar, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik.

“Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya Gus Khozin atau dari Komisi II DPR RI dan juga Pak Dirjen dan Pak Direktur. Yang kedua, tadi saya sampaikan bahwa program prioritas pemerintah kabupaten adalah program-program yang menjadi prioritas pemerintah pusat,” ujar Gus Fawait.

Menurut dia, kesamaan arah kebijakan pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu modal untuk mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan. Pemkab Jember juga berupaya menyampaikan kebutuhan daerah agar mendapat perhatian dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti penataan regulasi dan evaluasi tata kelola pemerintahan daerah. Ia juga menjelaskan bahwa opsi sistem pemilihan kepala daerah masih dikaji bersama Kementerian Dalam Negeri, KPU, dan Bawaslu.

Menurut Khozin, kajian tersebut perlu mempertimbangkan data serta manfaat dan dampak dari setiap opsi kebijakan.

“Alasannya, maslahatnya jauh lebih besar dibanding mafsadatnya. Karena dari data Kementerian Dalam Negeri, disharmoni kepala daerah dan wakil kepala daerah itu di atas angka 50 persen,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembahasan mengenai opsi pemilihan kepala daerah. Bahan yang tersedia belum merinci pilihan kebijakan yang akan diputuskan maupun jadwal penetapannya.

Dari pemerintah pusat, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Cheka Virgowansyah menekankan pentingnya jalur komunikasi bagi kepala daerah untuk menyampaikan persoalan pemerintahan secara langsung kepada Kementerian Dalam Negeri.

Ia memaparkan adanya forum rutin setiap Rabu sebagai salah satu sarana penyampaian berbagai persoalan tersebut. Selain itu, sinkronisasi lintas sektor antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan kebijakan.

Sejumlah bidang yang disoroti meliputi ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur. Koordinasi di berbagai tingkatan pemerintahan diperlukan agar implementasi kebijakan dapat berjalan hingga tingkat daerah.

Rakor tersebut menjadi forum bagi pemerintah daerah, DPR RI, dan Kemendagri untuk membahas keselarasan program nasional dengan kebutuhan daerah. Namun, bahan kegiatan belum mencantumkan keputusan konkret, target pelaksanaan, atau tindak lanjut resmi yang ditetapkan dalam pertemuan tersebut.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pasuruan United Target Promosi ke Liga 2 pada Musim 2026/2027
Adhy Karyono Dorong Gerbang Baru Nusantara Jatim Lebih Konkret
Pasar Murah Khofifah di Sumenep Tawarkan Sembako Terjangkau
Antusiasme Warga Tinggi, Khitanan Massal Khofifah di Sumenep Ditambah Jadi 175 Anak
Khofifah Siapkan Opsi Sumur Bor di Sumenep pada Awal 2027
Aktivasi IKD di Probolinggo Baru 18 Persen, Ina Minta Dipercepat
Dinas PUPR Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Bangkalan Ke-495 ‘Langkah Maju, Prospek Baru’
Pudam Sumber Sejahtera Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Bangkalan Ke-495 ‘Langkah Maju, Prospek Baru’

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:21

Pasuruan United Target Promosi ke Liga 2 pada Musim 2026/2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:08

Adhy Karyono Dorong Gerbang Baru Nusantara Jatim Lebih Konkret

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:01

Gus Fawait Dorong Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah di Jember

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:34

Pasar Murah Khofifah di Sumenep Tawarkan Sembako Terjangkau

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:23

Antusiasme Warga Tinggi, Khitanan Massal Khofifah di Sumenep Ditambah Jadi 175 Anak

Berita Terbaru