PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/4/2026). Forum ini tak sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang penting untuk mengevaluasi program lama sekaligus menyusun langkah baru menghadapi persoalan sosial di Jawa Timur.
Salah satu isu utama yang disorot dalam Rakerda kali ini adalah tingginya angka kemiskinan serta kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai organisasi kepemudaan seperti Pramuka harus terlibat langsung memberi solusi nyata yang dampaknya bisa dirasakan warga.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan Rakerda memiliki nilai strategis karena menjadi dasar penyusunan program kerja yang lebih terarah. Menurutnya, evaluasi tahunan penting agar kegiatan tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan menghasilkan perubahan konkret.
“Rakerda ini sangat strategis, karena kita bisa mengevaluasi pelaksanaan program di tahun sebelumnya dan tahun ini bisa menyiapkan program yang harus dilaksanakan dengan baik,” tegas Adhy.
Ia menyoroti program **Satu Gudep Satu RTLH** yang digagas Pramuka sebagai langkah langsung membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut dinilai selaras dengan target pemerintah daerah dalam mengurangi rumah tidak layak huni yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
“Program satu Gudep satu rumah RTLH itu luar biasa dan sejalan dengan target kami di Pemprov untuk mengurangi kendala hunian layak,” ujarnya.
Bagi masyarakat, keberhasilan program semacam ini bukan hanya soal pembangunan fisik rumah, tetapi juga berdampak pada kesehatan keluarga, kenyamanan tinggal, dan peningkatan kualitas hidup. Rumah layak huni dinilai menjadi fondasi penting untuk menekan kemiskinan secara berkelanjutan.
Selain itu, hasil rekomendasi Rakerda akan dijadikan panduan kebijakan tahun 2026 agar selaras dengan rencana pembangunan provinsi. Sinkronisasi antara pemerintah dan organisasi sosial dinilai penting agar anggaran, tenaga, dan program tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Langkah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong Pramuka tetap relevan dalam menjawab tantangan ekonomi modern saat ini,” pungkasnya.
Lainnya:
- Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
- Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
- Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








