PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mempercepat transformasi digital sektor UMKM dengan mendorong pelaku usaha menguasai teknik live commerce melalui platform TikTok Shop dan Shopee Live. Langkah ini dinilai penting agar produk lokal mampu bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergeser ke pasar digital.
Dorongan itu disampaikan Bupati Pasuruan, Mas Rusdi, saat membuka Pelatihan E-Commerce bertema “Upgrade Skill, Live TikTok & Shopee: Cuan dari Digital Platform” yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan di Hall Finna Golf & Country Club, Prigen, Minggu (10/5/2026).
Dalam sambutannya, Mas Rusdi menegaskan bahwa pelaku UMKM tidak boleh lagi mengandalkan metode penjualan konvensional jika ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Era digital adalah peluang emas. UMKM tidak boleh lagi hanya bergantung pada cara-cara lama. Kita harus masuk ke pasar yang sedang tumbuh ini untuk meningkatkan penghasilan secara signifikan,” tegasnya.
Menurutnya, live commerce kini bukan sekadar tren media sosial, melainkan telah berubah menjadi ekosistem perdagangan baru yang mampu mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung dalam waktu nyata.
Karena itu, peserta pelatihan diminta tidak sekadar memahami teori, tetapi juga menguasai aspek teknis hingga psikologis saat melakukan siaran langsung. Mulai dari pencahayaan, kualitas audio, cara berbicara, hingga membangun interaksi emosional dengan penonton.
Mas Rusdi bahkan membagikan strategi penting agar siaran live tidak sepi penonton. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan tiga detik pertama saat siaran dimulai.
“Tiga detik pertama itu krusial. Begitu kamera menyala, langsung sapa penonton dengan energi positif dan berikan pancingan promo menarik. Itu kuncinya agar mereka tidak scrolling ke akun lain,” ujarnya disambut antusias peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan live commerce sangat bergantung pada komunikasi dua arah. Penjual yang aktif menyapa penonton, menjawab komentar, dan menciptakan rasa urgensi pembelian dinilai memiliki peluang lebih besar meningkatkan transaksi.
“Jangan jualan satu arah. Sebut nama penonton, jawab pertanyaan mereka. Semakin interaktif suasana yang dibangun, semakin besar peluang produk kita terjual,” tambahnya.
Pelatihan tersebut menjadi bagian strategi Pemkab Pasuruan dalam memperkuat fondasi ekonomi digital daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM lokal di pasar nasional maupun global.
Suasana pelatihan semakin semarak dengan kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo atau yang akrab disapa Mbak Mela. Ia turut mempraktikkan langsung teknik live streaming bersama peserta dan memberi motivasi kepada pelaku usaha agar percaya diri tampil di depan kamera.
Melalui program ini, Pemkab Pasuruan berharap UMKM tidak hanya mampu bertahan di era digital, tetapi juga tumbuh menjadi penggerak ekonomi baru berbasis teknologi dan kreativitas.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar