LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Aparat Polsek Tikung, Kabupaten Lamongan, menggelar patroli Blue Light pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah titik rawan. Patroli dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas malam akhir pekan yang kerap memicu balap liar, penggunaan knalpot brong, pesta minuman keras hingga gesekan antarkelompok pemuda.
Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 00.15 WIB dengan menyasar jalur perbatasan Tikung-Kembangbahu, perbatasan Tikung-Lamongan,
kawasan Masjid Namira, SPBU Tikung, hingga Perumahan TKB. Lokasi tersebut dinilai rawan menjadi titik berkumpulnya kelompok remaja dan pengguna kendaraan bermotor pada jam-jam dini hari.
Patroli dipimpin Ka SPKT bersama anggota piket jaga Polsek Tikung, yakni AIPTU I Budi S, AIPTU Ketut GB, AIPTU Subur Eko, dan AIPDA Yateno. Polisi melakukan pemantauan situasi di sepanjang jalur poros Tikung untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.
Petugas juga melakukan patroli mobile menggunakan lampu rotator biru menyala sebagai bentuk pencegahan dini terhadap tindak kriminalitas jalanan maupun aksi yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
AIPTU I Budi S mengatakan patroli Blue Light rutin dilakukan terutama saat akhir pekan dan jam rawan malam hingga dini hari. Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan menjadi langkah preventif agar potensi gangguan keamanan bisa ditekan sejak awal.
“Patroli ini kami fokuskan pada titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat berkumpul anak muda maupun pengguna jalan pada malam hari. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan mencegah terjadinya balap liar, konsumsi miras, penggunaan knalpot brong, serta tindak kriminalitas lainnya,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menambahkan, patroli juga menjadi bagian dari upaya membangun rasa aman di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama para remaja, agar tidak melakukan aktivitas yang meresahkan warga. Kehadiran polisi di lapangan bukan hanya pengawasan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, AIPDA Yateno menyebut patroli Blue Light dilakukan secara humanis dengan pendekatan persuasif kepada warga maupun kelompok pemuda yang ditemui di lapangan. Polisi juga memberikan teguran kepada pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
“Kami lebih mengedepankan langkah pencegahan. Jika ditemukan kelompok pemuda nongkrong hingga larut malam, kami lakukan pemeriksaan dan pembinaan agar tidak terjadi hal-hal yang mengarah pada gangguan kamtibmas,” ucapnya.
Menurut dia, kawasan jalur poros Tikung menjadi salah satu titik yang rutin dipantau karena merupakan akses penghubung antarwilayah yang cukup ramai dilalui kendaraan, termasuk saat malam hari.
Patroli Blue Light sendiri menjadi salah satu strategi kepolisian dalam menciptakan efek cegah dini terhadap pelaku kriminalitas. Lampu rotator biru yang menyala saat patroli diyakini mampu memberi efek psikologis bagi pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
Selain mengantisipasi aksi balap liar dan gesekan kelompok, patroli juga dilakukan untuk meminimalisasi potensi tindak pidana seperti pencurian kendaraan bermotor, tawuran, hingga gangguan ketertiban umum lainnya.
Keberadaan Masjid Namira dan sejumlah kawasan pemukiman di jalur patroli juga menjadi perhatian petugas. Polisi memastikan area publik dan pusat aktivitas masyarakat tetap dalam kondisi aman selama malam akhir pekan.
Hingga patroli selesai dilaksanakan, situasi di wilayah hukum Polsek Tikung dilaporkan aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas yang menonjol selama kegiatan berlangsung.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar