Pawai Budaya Meriahkan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-666

Minggu, 28 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Peserta Pawai Budaya Kota Probolinggo 2025 menampilkan kreasi kostum warna-warni dengan ornamen khas Nusantara, menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, Sabtu (27/9/2025). (Foto Dok/RadarBangsa.co.id)

Peserta Pawai Budaya Kota Probolinggo 2025 menampilkan kreasi kostum warna-warni dengan ornamen khas Nusantara, menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, Sabtu (27/9/2025). (Foto Dok/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Ahmad Yani, Sabtu (27/9/2025), untuk menyaksikan Pawai Budaya Kota Probolinggo 2025. Acara yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo dengan tema “Semangat Bersatu Mewujudkan Kreativitas, Kearifan Lokal, dan Kemandirian untuk Kota Probolinggo yang Bersolek.”

Sebanyak 38 peserta dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas seni, hingga kelompok masyarakat menampilkan ragam seni, budaya, dan busana Nusantara. Antusiasme penonton tampak sejak pagi. Deretan atraksi seni, musik tradisional, hingga kostum unik mendapat sambutan meriah masyarakat yang memadati rute pawai.

Rina Putri (29), warga Desa Taman Sari, Dringu, mengaku terkesan dengan penampilan peserta. “Seru sekali, setiap kelompok punya keunikan. Favorit saya rombongan Jaran Bodak, penuh energi dan warna. Anak-anak juga suka lihat pakaian adat yang meriah,” ungkapnya.

Bambang Sutrisno (45), warga Kecamatan Mayangan, menilai pawai ini lebih dari sekadar hiburan. “Acara ini pengingat bahwa kita punya kekayaan tradisi yang harus dijaga. Saya bangga jadi warga Probolinggo,” katanya.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan pawai budaya menjadi momentum menampilkan warisan budaya daerah sekaligus memperkenalkan keberagaman Nusantara.

“Tahun ini kita bawa empat unsur pokok: warisan budaya tak benda Probolinggo seperti Jaran Bodak, duk-duk, dan kembang lamaran; serta wastra Nusantara berupa batik dan busana adat dari berbagai daerah,” ujarnya.

Wali kota bersama istri dan jajaran Forkopimda pun ikut meramaikan dengan mengenakan pakaian adat beragam, mulai dari Kupang, Papua, hingga Surabaya. Menurutnya, kemeriahan pawai adalah wujud nyata semangat Probolinggo Bersolek yang berarti sejahtera dan berdaya.

Pawai dimulai pukul 09.00 dari depan Kantor Wali Kota Probolinggo, melewati Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gatot Subroto, hingga berakhir di Jalan Ahmad Yani. Salah satu penampilan paling mencuri perhatian datang dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang menghadirkan kostum Garuda Nusantara raksasa, lengkap dengan iringan peserta berkostum burung warna-warni.

Tak hanya jadi ruang ekspresi budaya, pawai juga membawa dampak ekonomi. Sukar, pedagang es teh “Dendang” yang mangkal di depan Plaza, mengaku dagangannya laris. “Baru jam 11 sudah habis 15 galon. Saya sampai minta tambahan stok dari rumah. Kakak juga jualan di dekat garis finish. Alhamdulillah, ini berkah ulang tahun kota,” ujarnya sambil tersenyum.

Dengan semangat kebersamaan, Pawai Budaya Kota Probolinggo 2025 bukan sekadar tontonan, melainkan simbol persatuan dan pengingat bahwa kearifan lokal adalah kekuatan dalam membangun identitas kota. “Kalau budaya terus dirawat, Probolinggo bisa jadi pusat kreativitas yang membanggakan,” pungkas Wali Kota Aminuddin.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru