PDI Perjuangan Oposisi Jika Prabowo-Gibran Terpilih, Ini Analisis Jerry Massie

- Redaksi

Minggu, 18 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Megawati (IST)

Megawati (IST)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, mengungkapkan sejumlah faktor yang menguatkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) akan menjadi oposisi jika pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.

Menurut Jerry Massie, salah satu faktor utama adalah kesalahan yang dianggap fatal oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terkait perjanjian Batu Tulis pada tahun 2009 yang menyebabkan kekecewaan Prabowo.

“Alasan PDIP tak akan berkoalisi tak lepas dari kesalahan fatal di perjanjian batu tulis 2009 silam. Jadi Mega malu dan dia saya yakin tak akan masuk gerbong pemerintahan Prabowo-Gibran. Memang sebaiknya mereka di luar pemerintahan biar menarik,” kata Jerry kepada wartawan, (17/02).

Selain itu, sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden juga menjadi faktor penghambat bagi PDIP untuk masuk pemerintahan. Terlebih lagi, Bobby Nasution, menantu Jokowi, yang sebelumnya merupakan kader PDIP, tiba-tiba meninggalkan partai tersebut dan beralih dukungan ke pasangan Prabowo-Gibran.

Menurut Jerry, hal-hal ini menjadi pengganjal bagi PDIP untuk masuk ke dalam pemerintahan, terutama setelah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa partainya siap berada di luar pemerintahan.

“Faktor Jokowi dan Gibran bahkan anak mantu Jokowi, Bobby Wali Kota Medan. Nah, di dalan hati Mega sakit hati dengan keputusan Jokowi lebih mendukung Prabowo ketimbang Ganjar,” ujarnya.

Jerry juga menyoroti kembali dekatnya hubungan antara Prabowo dengan mantan istrinya, Titiek Soeharto, yang diyakini akan membuat PDIP sulit bergabung karena Megawati diduga menjaga jarak dengan keluarga Presiden Soeharto.

“Selanjutnya faktor Titiek Soeharto anak mantan Presiden ke-2 RI Jenderal Soeharto. Saya percaya dan yakin mereka akan rujuk. Prabowo sempat menyebut nama ibu Titiek disejumlah kesempatan,” katanya.

“Serta Titiek kini duduk di Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Selama ini Mega dan keluarga Soeharto berseberangan,” tandasnya.

Lainnya:

Berita Terkait

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:32 WIB

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:52 WIB

Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:45 WIB

2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Berita Terbaru