BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai serius membidik sektor ekonomi kreatif sebagai peluang kerja baru bagi masyarakat usia produktif. Salah satunya lewat Pelatihan Tata Rias yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan pada 20–26 Mei 2026.
Pelatihan yang berlangsung di Kantor Disperinaker itu diikuti 16 peserta terpilih. Mereka sebelumnya melewati proses seleksi dengan syarat berdomisili di Bangkalan, berada di usia produktif, serta memiliki minat di bidang tata rias.
Selama lima hari, peserta mendapatkan materi mulai dari dasar tata rias wajah, tata rias pengantin modern, hingga modifikasi jilbab pengantin. Tidak hanya teori, peserta juga langsung praktik merias pengantin untuk mengasah keterampilan kerja.
Kepala Disperinaker Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana menegaskan pelatihan tersebut menjadi bagian dari program perluasan kesempatan kerja yang diarahkan agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi.
“Pelatihan berbasis masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap berwirausaha, khususnya di bidang tata rias yang memiliki peluang usaha cukup besar,” ujarnya.
Menurut Jemmi, pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Peserta juga didorong memahami peluang usaha agar mampu bertahan di tengah persaingan kerja yang semakin ketat.
“Kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Menariknya, pada penutupan kegiatan, pelatihan tata rias juga dikolaborasikan dengan kejuruan content creator. Peserta diajarkan membuat konten digital untuk promosi jasa melalui media sosial.
“Di era digital saat ini, kemampuan membuat konten juga menjadi nilai tambah bagi peserta agar nantinya dapat memasarkan jasa tata rias secara lebih luas melalui media sosial,” tambah Jemmi.
Program ini menjadi sorotan karena membuka peluang kerja baru di sektor kreatif yang terus berkembang. “Di tengah tantangan lapangan kerja, keterampilan tata rias dan kemampuan digital kini mulai dilihat sebagai jalan alternatif untuk bertahan dan berkembang secara mandiri, “pungkasnya
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar