JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tancap gas membuka peluang kerja sama besar dengan Arab Saudi. Dalam audiensi bersama Duta Besar Faisal Abdullah H. Amodi, Senin (27/4/2026), fokus diarahkan pada investasi, pariwisata, hingga peluang strategis logistik jamaah haji yang berdampak langsung ke ekonomi warga.
Pertemuan di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta Selatan, menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur serius berburu investor global. Khofifah menilai momentum ini penting di tengah tekanan ekonomi global yang menuntut daerah lebih agresif membuka peluang baru.
“Ini kesempatan strategis. Kami ingin pelaku usaha Saudi melihat Jawa Timur sebagai tujuan investasi yang menjanjikan,” tegas Khofifah.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Masuknya investasi asing diyakini mampu mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat industri lokal, hingga meningkatkan daya saing daerah. Dampaknya, masyarakat bisa merasakan langsung melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Tak berhenti di situ, sektor pelayanan haji menjadi sorotan utama. Khofifah mengungkap peluang besar bagi pelaku usaha Jawa Timur untuk terlibat dalam penyediaan logistik konsumsi jamaah haji Indonesia.
“Ini bukan sekadar peluang bisnis, tapi juga kontribusi pelayanan ibadah. Jawa Timur bisa ambil peran dalam suplai logistik haji,” ujarnya.
Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi menekan biaya logistik, meningkatkan kualitas layanan jamaah, sekaligus membuka pasar baru bagi pelaku usaha makanan dan UMKM di Jawa Timur.
Selain itu, pembahasan juga mencakup kemudahan akses mobilitas, termasuk opsi fasilitasi visa bagi investor. Kebijakan ini dinilai krusial untuk mempercepat arus investasi dan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada Mohammed bin Salman atas dukungan terhadap layanan haji Indonesia. Ia menegaskan bahwa peluang ini harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha memenuhi standar ketat internasional.
“Standar kualitas, terutama untuk logistik makanan, tidak bisa ditawar. Ini menyangkut kepercayaan dan keselamatan jamaah,” katanya.
Di akhir, Khofifah menegaskan komitmennya agar kerja sama ini tidak berhenti sebagai wacana. “Kami ingin hasil nyata. Investasi masuk, peluang kerja terbuka, dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” pungkasnya.
Lainnya:
- Pasar EV Melonjak Tajam, Kemnaker Siapkan SDM Green Jobs untuk Tangkap Peluang Kerja Baru
- Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Percepat SDM Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Borong 3 Award Halal, Khofifah Pertegas Posisi di Tengah Dinamika Politik Nasional
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








