SITUBONDO, RadarBangsa.co.id – Upaya pencegahan banjir dan perbaikan sistem irigasi di Kabupaten Situbondo mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pemasangan bronjong di Sungai Selowogo, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, Sabtu (27/9/2025).
Langkah ini dilakukan setelah banjir bandang pada Februari 2025 merusak aliran sungai dan tanggul, sehingga berdampak pada pemukiman warga, lahan pertanian, hingga jalan nasional. Dengan pemasangan bronjong serta pengerukan alur sungai, pemerintah berharap banjir serupa tidak terulang kembali.
“Setelah melihat langsung, saya optimistis pemasangan bronjong yang disertai pengerukan akan mencegah banjir sekaligus menjaga irigasi lahan pertanian,” ujar Khofifah.
Pekerjaan tersebut mencakup tiga titik utama, yakni Sungai Selowogo, Sungai Plalangan, dan Afvour C13, dengan total panjang 872 meter. Menurut Khofifah, keberadaan bronjong ini bukan hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga memulihkan aliran irigasi yang sempat terganggu akibat luapan air.
“Bronjong ini vital dalam mendukung pertanian warga. Irigasi kembali berfungsi mengairi sawah 10 hektare di Desa Mlandingan Wetan, 10 hektare di Desa Mlandingan Kulon, 24 hektare di Desa Selowogo, dan 15 hektare di Desa Klatakan,” jelasnya.
Bagi masyarakat Situbondo yang mengandalkan pertanian padi, jagung, dan tembakau, pemulihan irigasi menjadi kabar baik. Dengan terjaganya suplai air, lahan seluas 49 hektare dapat kembali produktif, sekaligus menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Kepala Desa Mlandingan Wetan, Muzani Fattah, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah provinsi atas realisasi program tersebut. Menurutnya, bantuan ini sangat penting bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan kepeduliannya. Harapannya, pemasangan bronjong bisa terus diperluas agar lahan pertanian semakin terlindungi dan masyarakat lebih tenang dalam beraktivitas,” ungkap Muzani.
Dalam peninjauan itu, Khofifah didampingi Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perekonomian, serta Bupati dan Wakil Bupati Situbondo. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam upaya penanggulangan bencana serta penguatan sektor pertanian.
“Dengan anggaran yang terbatas, kita harus memastikan setiap program berdampak langsung ke masyarakat, terutama dalam melindungi lahan pertanian,” tutup Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar